Breaking News:

Berita Ponorogo

Salat Tarawih dan Idul Fitri Diperbolehkan, Gubernur Jawa Timur : Tetap Jaga Jarak Aman

Meminta masyarakat untuk tetap menjalankan protokol kesehatan selama menjalankan salat tarawih dan salat Idul Fitri.

tribun jatim/sofyan arif candra
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa saat berziarah ke Makam Ki Ageng Besari, Kecamatan Jetis, Kabupaten Ponorogo, Senin (5/4/2021) malam. 

SURYA.CO.ID, PONOROGO - Pemerintah pusat memperbolehkan Salat Tarawih dan Salat Idul Fitri berjamaah pada bulan Ramadhan dan Syawal 1442 Hijriah.

Menindaklanjuti hal tersebut, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa meminta masyarakat untuk tetap menjalankan protokol kesehatan selama menjalankan salat tarawih dan salat Idul Fitri.

"Kalau (salat) tarawih diperbolehkan tapi tetap harus menjaga jarak yang aman jangan desak-desakan. Salat ied juga begitu," kata Khofifah usai ziarah ke makam Ki Ageng Besari, Kecamatan Jetis, Ponorogo, Senin (5/4/2021) malam.

Menurut Khofifah saat ini Pandemi Covid-19 belum berhenti walaupun memang sudah melandai.

"Kita bersyukur dan berterima kasih seluruh elemen sudah melakukan berbagai ikhtiar. Saat ini vaksinasi juga terus dimaksimalkan tapi tetap selalu dalam kewaspadaan dan protokol kesehatan yang ketat," terang Khofifah.

Baca juga: Soal dan Jawaban SBO TV SD Kelas 4 Selasa 6 April 2021: Make Your Favorite Healthy Food or Drink

Baca juga: Update Virus Corona di Surabaya 6 April 2021: PPKM Mikro Diperpanjang, Diperluas, dan Diperketat

Salah satu usaha pemerintah dalam menekan angka penularan Covid-19, lanjutnya adalah dengan kembali memperpanjang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro hingga 19 April nanti.

Selain itu tahun ini pemerintah juga kembali melarang masyarakat untuk mudik ke kampung halaman.

"Kita harus lebih 'jembar dodo'. Banyak yang merasa silaturahmi lewat daring kurang afdol, tapi kalau pulang kampung nanti malah keliling dan terjadi (penularan Covid-19) yang tidak kita inginkan," ujar Ketua Umum PP Muslimat Nahdlatul Ulama ini.

Untuk itulah larangan mudik tersebut, menurut Khofifah diambil untuk menjaga keselamatan masyarakat dari penularan Covid-19.

Lebih lanjut, Khofifah juga memperingatkan saat ini beberapa negara kembali memberlakukan lock down di sejumlah daerahnya lantaran mulai memasuki gelombang ketiga penularan Covid-19.

"Kita berharap yang sudah landai ini kita jaga, vaksinasi kita maksimalkan, jaga jarak aman dan selalu memakai masker," pungkas Gubernur perempuan pertama Jawa Timur ini.

Penulis: Sofyan Arif Candra Sakti
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved