Apotek Online Lifepack
LIFEPACK: Perbandingan Jenis Vaksin Corona dan Efek Samping yang Ditimbulkan
LIFEPACK: Perbandingan jenis vaksin corona dan efek sampingnya. Sinovac, Pfizer Inc and BioNTech hingga Astrazeneca
Penulis: Alif Nur Fitri Pratiwi | Editor: Musahadah
Vaksin penghalau COVID-19 yang satu ini memanfaatkan messenger RNA.
Vaksin ini akan bekerja mengarahkan sel untuk membuat bagian protein S yang juga ditemukan pada virus corona.
Setelah terbentuk, maka sistem kekebalan tubuh akan mengenali hal tersebut sebagai anomali dan mulai membentuk antibodi.
Tingkat efektivitas perlindungan vaksin ini diketahui mencapai lebih dari 80%.
Vaksin ini menurut rencana akan disuntikkan kepada golongan penduduk berusia lebih dari 18 tahun.
Pemberian vaksin dilakukan lewat 2 kali suntikan. Suntikan kedua akan diberikan 28 hari setelah pemberian suntikan pertama.
Tidak ditemukan efek samping berarti pada individu yang sehat. Namun pada sebagian orang bisa saja muncul reaksi alergi berupa gatal-gatal dan bengkak.
Vaksin corona yang satu ini disebut juga dengan nama BNT 162b2 dan sama seperti jenis sebelumnya, ia menerapkan teknologi mRNA.
Vaksin ini mengandung kode genetik dari virus yang akan masuk ke tubuh. Tubuh akan mengenali kode genetik tersebut sebagai bentuk anomali dan mulai terbentuklah antibodi.
Tingkat efikasi atau efektivitas perlindungan vaksin ini diketahui mencapai 95%.
Vaksin ini akan didistribusikan untuk golongan orang dengan usia 16 tahun ke atas. Tergolong aman, vaksin ini juga tidak menunjukkan reaksi negatif pada individu yang sehat.
Efek samping yang ditimbulkan meliputi nyeri pada bagian tubuh yang disuntik dan rasa mengantuk.
4. Sinovac
Ini dia jenis vaksin yang cukup populer tersebar di masyarakat luas. Nama vaksin ini memang pemberi harapan bagi masyarakat di Indonesia untuk bisa bebas dari wabah.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/lifepack-perbandingan-jenis-vaksin-corona.jpg)