KKB Papua

Tantang TNI-Polri, KKB Papua Egianus Kogoya Kabur Digerebek Satgas Nemangkawi, Cuma 'Gertak Sambal'

Sesumbar tantang TNI-Polri, KKB Papua pimpinan Egianus Kogoya malah kabur terbirit-birit saat digerebek Satgas Nemangkawi.

Kolase Grid.ID/Facebook
KKB Papua Pimpinan Egianus Kogoya (kanan). Sesumbar tantang TNI-Polri, KKB Papua pimpinan Egianus Kogoya malah kabur terbirit-birit 

Penulis: Putra Dewangga Candra Seta | Editor: Musahadah

SURYA.co.id - Sesumbar tantang TNI-Polri, KKB Papua pimpinan Egianus Kogoya malah kabur terbirit-birit saat digerebek Satgas Nemangkawi.

Hal ini diungkapkan oleh Humas Nemangkawi Kombes Pol. M. Iqbal Al Qudussy, Rabu (31/3/2021).

Seperti diketahui, Satgas Nemangkawi baru-baru ini berhasil menguasai markas KKB Papua pimpinan Egianus Kogoya di Nduga.

Kronologi Prajurit TNI AD Yonif Raider Baku Tembak dengan KKB Papua Pimpinan Egianus Kogoya
Kronologi Prajurit TNI AD Yonif Raider Baku Tembak dengan KKB Papua Pimpinan Egianus Kogoya (Kolase Grid.ID/Facebook)

Baca juga: KKB Papua Semakin Terjepit Satgas Nemangkawi, Markas Egianus Kogoya Cs Berhasil Dikuasai TNI-Polri

Baca juga: Puskesmas Dibakar KKB Papua, Pasukan Berlambang Ular Piton Turun Tangan Bantu Warga Kampung Opitawak

Menurut Kombes Pol. Iqbal Al Qudussy, KKB Papua sebenarnya tidak perlu terlalu ditanggapi karena mereka semua sudah terdesak dan banyak yang menyerahkan diri.

"Pesan-pesan mereka hanya provokasi dan gertak sambal.

Jajaran TNI-Polri akan terus melindungi masyarakat Papua. Jangan sampai ada korban dari kelompok gertak sambal ini" katanya, dilansir dari Antara.

Ia juga berharap masyarakat Papua lebih baik fokus membangun ekonomi dan mempersiapkan penyelenggaraan PON XX untuk menunjukkan daya saing dan potensi-potensi SDM atlet Papua yang sangat siap bersaing di kancah nasional.

Menurut Kombes Pol. M. Iqbal Al Qudussy, teknik andalan KKB Papua Egianus Kogoya adalah menggunakan media sosial dan media daring.

Di grup Facebook dan website yang mereka kelola sering kali memunculkan video dari gunung-gunung dengan narasi yang menantang TNI-Polri.

Selain itu, mereka menyebutkan bahwa aparat keamanan tidak akan bisa menguasai wilayah mereka di Kenyam, Kabupaten Nduga.

KKB Papua Egianus Kogoya mengaku akan mengejar dan menyerang aparat keamanan di mana pun dan kapan pun.

Mereka juga menyatakan tidak akan mundur satu langkah pun dari markas mereka.

Namun, kata Kombes Pol. Iqbal Al Qudussy, pada kenyataannya KKB Papua Egianus Kogoya kabur terbirit-birit dari markas kamp lama di Kenyam, tempat pembuatan video provokasi dan pernyataan perang terhadap TNI-Polri dan disebar melalui media sosial.

Tokoh Pemuda Berpihak ke TNI-Polri

Selain terdesak karena dikepung Satgas Nemangkawi, KKB Papua ternyata juga tak dapat dukungan dari masyarakat.

Masyarakat lebih memilih mendukung TNI-Polri untuk menjaga keamanan dari gangguang Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua.

Contohnya seperi yang dilakukan Tokoh Pemuda Jayawijaya Heskia Hubi.

Melansir dari Antara, Heskia Hubi menyampaikan dukungan pemuda kepada TNI-Polri untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat hingga ke pelosok kampung di wilayah pegunungan Tengah.

"Dan khusus Binmas Noken Polri sangat baik dalam pelayanan karena sampai ke kampung kampung.

Seperti ke kampung kami dengan adanya Polri sebagai masyarakat merasa aman" ujar Heskia Hubi saat dikunjungi personel Binmas Noken yang dipimpin AKP Harbani Paruki bersama dua personel lainnya, Sabtu (27/3/2021).

Heskia Hubi menambahkan, pemuda Jayawijaya Papua mendukung pembangunan di Papua demi kemajuan bangsa dan kesejahteraan masyarakat di tanah Papua.

"Kami para pemuda sangat mendukung pembangunan di wilayah Papua dan lebih khususnya di Wamena karena pembangunan sangat penting untuk dilanjutkan.

Dengan adanya pembangunan masyarakat bisa merasakan kepedulian pemerintah kepada kami" kata Heskia.

Di tengah serangan fisik dan media dari KKB Papua, menurut Hiskia, para pemuda sebagai generasi penerus bangsa haruslah pintar memilah kebenaran informasi yang beredar di masyarakat.

"Secara garis besar isu atau berita hoaks sangat berpengaruh kepada para pemuda. Namun kami tolak informasi hoak karena dapat berpengaruh kepada masa depan kami dan merugikan banyak orang" ujarnya.

Heskia berharap, para Orang Asli Papua (OAP) bisa turut serta membantu Polri dalam segala kegiatan Binmas Noken.

Menyinggung penerimaan Bintara Noken Polri, menurut Heskia,sebagai tokoh pemuda sangat berharap kepada adik-adik pemuda di kampungnya dan di gerejanya dapat direkrut menjadi anggota Kepolisian Bintara Noken

"Saya sangat mendukung program Polda Papua dalam perekrutan anggota Kepolisian Bintara Noken Polri" harapnya.

Heskia juga mengharapkan, para pemuda di Wamena untuk mendukung penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional XX Papua sebagai tuan rumah .

"Saya mengucapkan terimakasih kepada personel Binmas Noken Polri dimana melaksanakan program yang menyentuh kebutuhan masyarakat di kampung Wesagenya.

Dan Binmas Noken harus tetap jalankan programnya" ujar Heskia.

Seperti diketahui, siasat Satgas Nemangkawi mengepung tempat-tempat publik demi menghindari serangan anggota Organisasi Papua Merdeka (OPM) membuat KKB Papua kelaparan.

Dari obrolan pentolan KKB Papua dengan anggotanya melalui handytalky (HT), mereka sudha merasakan susah makan dan putus asa.

Mereka pun memilih mundur dan mengancam akan menyerang kampung halaman Bupati Paniai di Distrik Kebo, Intan Jaya, Papua.

Dalam kondisi putus asa akibat tak diberi ruang gerak oleh Satgas Nemangkawi, KKB Papua pun melakukan intimidasi dan propaganda.

Video tersebut merekam bagaimana KKB Intan Jaya berkomunikasi melalui HT dengan pentolan KKB Papua yang semakin terdesak.

Bahkan dalam rekaman tersebut, mereka akan menculik gadis untuk dilecehkan hingga melakukan tindak kejahatan yang lain.

Khusus di kampung halaman Bupati Paniai, mereka mengancam akan membunuh anak-anak di sana.

Hal itu imbas dari Bupati dianggap tidak bertanggungjawab atas uang klaim mereka sekitar Rp 2,3 miliar.

Mereka akan bersikap brutal, termasuk akan menembnaki pesawat dan helikopter yang berada di kabupaten tersebut.

Mereka juga memerintahkan menculik seorang gadis dan menyiapkan kebun sebagai tempat melakukan pelecehan. Mereka juga ingin m

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved