Teroris Serang Mabes Polri

Mengenal Tim Gegana yang Diterjunkan Saat Teroris Serang Mabes Polri, Punya Sederet Kemampuan Khusus

Inilah Tim Gegana yang ikut diterjunkan saat teroris serang Mabes Polri. Punya Sederet kemampuan khusus

tangkapan layar kompas tv
Tim Gegana Saat Teroris Serang Mabes Polri 

Penulis: Putra Dewangga Candra Seta | Editor: Musahadah

SURYA.co.id - Inilah Tim Gegana yang ikut diterjunkan saat teroris serang Mabes Polri.

Seperti diberitakan, seorang terduga teroris nekat menerobos Mabes Polri, Rabu (31/3/2021).

Tim Gegana sempat turun untuk memeriksa adanya dugaan bom yang dibawa oleh terduga teroris.

Baca juga: Terungkap Tujuan ZA, Terduga Teroris Penyerang Mabes Polri: Surat Wasiat Sebut Keluh Kesahnya

Baca juga: Biodata ZA, Wanita Terduga Teroris Penyerang Mabes Polri, Disebut Tak Datang Sendirian

Seperti dilansir dari Tribunnews.com dalam artikel 'Penyerangan Mabes Polri: Tim Gegana Diturunkan untuk Periksa Dugaan Adanya Bom'

Terduga teroris yang diketahui berjenis kelamin perempuan ditembak hingga tewas setelah sempat beradu tembak dengan Polisi.

Terduga teroris ini membawa tas pinggang berwarna hitam.

Dikutip dari KompasTV, Tim Gegana bertugas untuk mengamankan tas pinggang berwarna hitam.

Dikhawatirkan tas berwarna hitam yang dibawa terduga teroris tersebut berisi bom.

Namun, setelah dilakukan pemeriksaan, tas pinggang tersebut dinyatakan aman oleh Tim Gegana.

Sehingga Polisi bisa memeriksa dan mengevakuasi mayat terduga teroris tersebut.

Melansir dari Wikipedia, Tim Gegana adalah bagian dari Polri yang tergabung dalam Brigade Mobil (brimob) yang memiliki kemampuan khusus seperti anti teror, penjinakan bom, intelijen, anti anarkis, dan penanganan KBR (Kimia, Biologi, Radioaktif).

Dalam perjalanan sejarahnya, Gegana berhasil mengukuhkan keberadaannya sebagai satuan khusus Polri mampu menangani tugas-tugas berkadar tinggi.

Beberapa tugas yang telah berhasil dilaksanakan oleh satuan ini antara lain Konflik Aceh, Penangkapan teroris Poso, penjinakan bom, dan lain-lain.

Personel Gegana dalam melaksanakan tugas sering kali tidak diberitahukan identitasnya secara luas untuk menjaga kerahasiaan, keamanan, Keselamatan Pribadi dan keluarga.

Gegana tergabung dalam Pusat Pengendalian Krisis ("Pusdalsis") BNPT yang terdiri dari gabungan antara satuan-satuan khusus, seperti Detasemen Khusus 81 (Penanggulangan Teror) dari TNI-AD, Denjaka dari TNI-AL, dan Detasemen Bravo 90 dari TNI AU.

Pusdalsis yang terdiri dari gabungan satuan-satuan elit TNI-POLRI ini ditugaskan sebagai pasukan penanganan terror untuk dikirim bila terjadi aktivitas terrorisme seperti Pembajakan pesawat.

Struktur organisasi Gegana berbeda dengan satuan Brimob lainnya.

Ukuran umum standar personel Gegana yang berbeda ini tampak pada ikatan personel yang disebut Subden bukan kompi dan unit bukan peleton.

Penggunaan istilah ini menunjukkan bahwa ikatan personel di dalam Satuan Gegana jumlahnya lebih sedikit daripada ikatan personel satuan Brimob lainnya.

Secara garis besar Detasemen Gegana dibagi dalam empat satuan, yaitu:

- Satuan Perlawanan Teror (WANTEROR)

- Satuan Penjinak Bom (JIBOM)

- Satuan Kimia & Radioaktif (KBR)

- Satuan Bantuan dan Teknik (BANTEK)

Sebagai Satuan Khusus, dalam melaksanakan tugasnya, jumlah personel Gegana yang terlibat relatif sedikit, tidak sebanyak jumlah personel Brimob pada umumnya.

Dengan kata lain tidak menggunakan ukuran konvensional mulai dari peleton hingga detasemen, oleh karena itu Gegana jarang sekali melakukan tugas dengan melibatkan satu detasemen sekaligus.

Satuan Gegana yang memiliki tugas pokok membantu Kapolri dan seluruh jajaran Kepolisian di daerah seluruh Indonesia dalam rangka tugas operasional kepolisian, khususnya dalam menanggulangi pembajakan, penculikan, ancaman bom, dan Search and Rescue (SAR).

Dengan berkembangnya situasi keamanan dan ilmu pengetahuan maka dirasakan kurangnya kebutuhan akan tenaga ahli khususnya di bidang penjinakan bom.

Sehingga untuk memenuhi kebutuhan tersebut maka mulai tahun 1990 Gegana Brimob POLRI mulai menerima tenaga-tenaga sarjana yang disaring melalui Pendidikan Perwira Sumber Sarjana ( PPSS ) yang mayoritasnya diambil dari Sarjana Teknik Elektro, Teknik Kimia, Teknik Biologi, Teknik Nuklir, Teknik Komunikasi, Kedokteran dll.

Keberadaan tenaga ahli tersebut semakin meningkatkan kemampuan Gegana dalam melaksanakan tugas–tugas Polri yang berkategori berat.

Gegana sebagai pasukan inti Polri mempunyai wilayah kerja diseluruh Republik Indonesia.

Keanggotaan Gegana tidak terbatas hanya kaum pria saja tetapi juga tenaga-tenaga wanita atau polwan yang terampil dan handal dibutuhkan pula untuk memperkuat barisan Gegana Polri.

Mengacu pada hukum HAM internasional, keberadaan polwan pada satuan khusus ini berfungsi dalam penanganan tersangka perempuan, terutama dalam penggeledahan dan interogasi.

Beberapa prestasi juga telah diukir Polwan gegana, khususnya dalam olahraga terjun payung tingkat nasional dan internasional.

Identitas Terduga Teroris yang Masuk ke Mabes Polri

Melansir kompas TV berjudul "Ini Identitas Terduga Teroris yang Beraksi di Mabes Polri", pelaku teror berinisial ZA (26)", berikut data terduga teroris.

Serangan terduga teroris di Mabes Polri dekat ruang Kapolri Listyo Sigit Prabowo. Setelah terduga teroris dilumpuhkan, Tim Gegana melakukan pendeteksian dan memotong benda di tubuh pelaku.
Serangan terduga teroris di Mabes Polri dekat ruang Kapolri Listyo Sigit Prabowo. Setelah terduga teroris dilumpuhkan, Tim Gegana melakukan pendeteksian dan memotong benda di tubuh pelaku. (tangkapan layar Kompas TV)

Terduga berinisial ZA (26) tahun,.

ZA berstatus seorang pelajar.

Pelaku adalah anak bungsu dari tiga bersaudara.

Pelaku memakai pakaian gamis hitam dengan kerudung biru. Ia juga membawa sebuah map kuning dan tas selempang berwarna hitam.

Palaku diduga masuk lewat pintu pejalan kaki yang berada di belakang gedung Mabes polri.

Setelah masuk pelaku berjalan menuju pintu utama dan mendekati pos penjagaan yang berada di pintu masuk utama Mabes Polri di Jalan Turunojoyo.

Sekitar pukul 16.15 WIB, pelaku melancarkan aksinya dengan mengeluarkan senjata dan menodongkan ke petugas yang berjaga di pintu masuk.

Ia juga sempat mengarahkan senjata yang digenggamnya ke ruang pos jaga pintu masuk gedung Mabes polri.

Setelah aksi menggunakan senjata api, terdengar suara baku tembak hingga tujuh kali dan mengenai anggota teroris tersebut hingga tewas di tempat.

Adapun lokasi anggota teroris tersebut melancarkan aksi menggunakan senjata api tak jauh dari ruang Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo.

Hingga saat ini redaksi masih menunggu konfirmasi Mabes Polri terkait data identitas pelaku aksi teror tersebut.

Ikuti berita seputar Teroris Serang Mabes Polri di SURYA.CO.ID

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved