Teroris Serang Mabes Polri

Mengenal Tim Gegana yang Diterjunkan Saat Teroris Serang Mabes Polri, Punya Sederet Kemampuan Khusus

Inilah Tim Gegana yang ikut diterjunkan saat teroris serang Mabes Polri. Punya Sederet kemampuan khusus

tangkapan layar kompas tv
Tim Gegana Saat Teroris Serang Mabes Polri 

Gegana tergabung dalam Pusat Pengendalian Krisis ("Pusdalsis") BNPT yang terdiri dari gabungan antara satuan-satuan khusus, seperti Detasemen Khusus 81 (Penanggulangan Teror) dari TNI-AD, Denjaka dari TNI-AL, dan Detasemen Bravo 90 dari TNI AU.

Pusdalsis yang terdiri dari gabungan satuan-satuan elit TNI-POLRI ini ditugaskan sebagai pasukan penanganan terror untuk dikirim bila terjadi aktivitas terrorisme seperti Pembajakan pesawat.

Struktur organisasi Gegana berbeda dengan satuan Brimob lainnya.

Ukuran umum standar personel Gegana yang berbeda ini tampak pada ikatan personel yang disebut Subden bukan kompi dan unit bukan peleton.

Penggunaan istilah ini menunjukkan bahwa ikatan personel di dalam Satuan Gegana jumlahnya lebih sedikit daripada ikatan personel satuan Brimob lainnya.

Secara garis besar Detasemen Gegana dibagi dalam empat satuan, yaitu:

- Satuan Perlawanan Teror (WANTEROR)

- Satuan Penjinak Bom (JIBOM)

- Satuan Kimia & Radioaktif (KBR)

- Satuan Bantuan dan Teknik (BANTEK)

Sebagai Satuan Khusus, dalam melaksanakan tugasnya, jumlah personel Gegana yang terlibat relatif sedikit, tidak sebanyak jumlah personel Brimob pada umumnya.

Dengan kata lain tidak menggunakan ukuran konvensional mulai dari peleton hingga detasemen, oleh karena itu Gegana jarang sekali melakukan tugas dengan melibatkan satu detasemen sekaligus.

Satuan Gegana yang memiliki tugas pokok membantu Kapolri dan seluruh jajaran Kepolisian di daerah seluruh Indonesia dalam rangka tugas operasional kepolisian, khususnya dalam menanggulangi pembajakan, penculikan, ancaman bom, dan Search and Rescue (SAR).

Dengan berkembangnya situasi keamanan dan ilmu pengetahuan maka dirasakan kurangnya kebutuhan akan tenaga ahli khususnya di bidang penjinakan bom.

Sehingga untuk memenuhi kebutuhan tersebut maka mulai tahun 1990 Gegana Brimob POLRI mulai menerima tenaga-tenaga sarjana yang disaring melalui Pendidikan Perwira Sumber Sarjana ( PPSS ) yang mayoritasnya diambil dari Sarjana Teknik Elektro, Teknik Kimia, Teknik Biologi, Teknik Nuklir, Teknik Komunikasi, Kedokteran dll.

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved