KKB Papua
Puskesmas Dibakar KKB Papua, Pasukan Berlambang Ular Piton Turun Tangan Bantu Warga Kampung Opitawak
Puskesmas Dibakar KKB Papua, Pasukan Berlambang Ular Piton atau Yonif 756/WMS Turun Tangan Bantu Kesehatan Warga di Kampung Opitawak.
Penulis: Putra Dewangga Candra Seta | Editor: Adrianus Adhi
Dari obrolan pentolan KKB Papua dengan anggotanya melalui handytalky (HT), mereka sudha merasakan susah makan dan putus asa.
Mereka pun memilih mundur dan mengancam akan menyerang kampung halaman Bupati Paniai di Distrik Kebo, Intan Jaya, Papua.
Dalam kondisi putus asa akibat tak diberi ruang gerak oleh Satgas Nemangkawi, KKB Papua pun melakukan intimidasi dan propaganda.
Video tersebut merekam bagaimana KKB Intan Jaya berkomunikasi melalui HT dengan pentolan KKB Papua yang semakin terdesak.
Bahkan dalam rekaman tersebut, mereka akan menculik gadis untuk dilecehkan hingga melakukan tindak kejahatan yang lain.
Khusus di kampung halaman Bupati Paniai, mereka mengancam akan membunuh anak-anak di sana.
Hal itu imbas dari Bupati dianggap tidak bertanggungjawab atas uang klaim mereka sekitar Rp 2,3 miliar.
Mereka akan bersikap brutal, termasuk akan menembnaki pesawat dan helikopter yang berada di kabupaten tersebut.
Mereka juga memerintahkan menculik seorang gadis dan menyiapkan kebun sebagai tempat melakukan pelecehan. Mereka juga ingin membunuh anak-anak.
Dalam video viral di Instagram, tampak seorang pimpinan OPM berkomunikasi dengan pentolan KKB Papua Lainnya.
Mereka berkomunikasi menggunakan alat handytalky (HT). Keduanya sama-sama menceritakan kondisinya.
Bahkan, salah satu pentolan OPM memilih mundur duluan.
Berikut dialog antar pimpinan KKB Papua yang sudah merasakan sulitnya hidup dan kelaparan di hutan.
"Mereka (TNI-Polri) semakin banyak, kami mau mundur saja," kata pentolan KKB ini dengan bahasa asli Papua.
Rekannya di seberang sambungan HT pun merasakan hal yang sama.
"Jadi begini bapa, kami disini juga susah, di sini kami juga susah untuk makan," katanya.
Selanjutnya pentolan KKB ini memutuskan akan mundur, sementara kelompok lain di seberang diminta untuk tetap bertahan.
"Ya sudah kalau kalian bertahan, kami mundur duluan saja," katanya.
Berikut videonya.
Baca berita KKB Papua lainnya