Bom Gereja di Makassar

Biodata Irjen Fadil Imran yang Ikut Penggerebekan Terduga Teroris, Eks Kapolda Jatim Ahli Reserse

Irjen Fadil Imran ikut dalam penggerebekan terduga teroris di Condet dan Bekasi, Senin (29/3/2021). Berikut profil dan biodatanya

Tribun Manado
Irjen Fadil Imran yang Ikut Penggerebekan Terduga Teroris di Condet dan Bekasi. Profil dan biodatanya ada di artikel ini 

Perannya antara lain membeli bahan, mengajarkan pembuatan bom, membuat bahan ledak, dan orang yang akan meledakkan bom.

2. Kesaksian warga

Warga di sekitar lokasi terduga teroris di Jalan Raya Condet, RT 005/003, Kelurahan Balekambang, Kecamatan Kramatjati, Jakarta Timur menyebut penangkapan itu terjadi sekitar pukul 10.30.

Sri Anita (47) mengaku melihat terduga teroris sempat memberontak saat diborgol polisi.

"Sempat berontak dulu tadi di situ. Tahu-tahu udah diborgol, pakai kaos putih dan sarung (orangnya)," kata Anita kepada wartawan di lokasi.

Menurut keterangan saksi yang dihimpun Kompas TV, terduga pelaku memiliki usaha showroom mobil yang menyatu dengan rumah.

Di lokasi itulah pihak Densus 88 melakukan penggerebekan dan penangkapan terduga teroris.

Sementara itu di kawasan Cibarusah, Kabupaten Bekasi, warga sekitar bernama Sinan mengatakan, ada tiga orang yang tinggal di rumah kontrakan yang digerebek polisi.

Mereka semua adalah pria yang membuka usaha bengkel mobil.

"(penyewa) Berjumlah 3 orang selama kurang lebih 3 tahun. Buka usaha bengkel mobil," ucap Sinan.

Sementara itu, pemilik rumah kontrakan yang disewa terduga teroris, Haryanto, mengatakan sosok yang ditangkap polisi itu telah menyewa rumahnya selama kurang lebih empat tahun.

Selama menjadi penyewa, terduga teroris tidak menunjukkan aktivitas mencurigakan.

"(Kesehariannya) biasa saja. Biasanya baik-baik saja. Tidak mencurigakan," ujar Haryanto dalam tayangan Kompas TV, Senin (29/3/2021) sore.

Haryanto mengaku sering berinteraksi dengan para penyewa rumahnya, termasuk yang diduga teroris.

"Ngobrol masalah kerjaan. Ya ngobrol mah ngobrol aja. Sering ngobrol sama mereka," lanjutnya.

Rumah tersebut, dijelaskan Haryanto, dipakai untuk usaha bengkel.

"(selesai bekerja di bengkel), mereka pada pulang," tambahnya.

Haryanto menambahkan bahwa terduga teroris juga menyewa rumah lain untuk tempat istirahat sehari-hari.

Sementara rumah yang ia sewakan ke terduga teroris hanya digunakan untuk beristirahat di sela-sela pekerjaan di bengkel.

"Dia ngontrak lagi (di tempat lain). (Rumah yang disergap polisi) ditinggal aja. Ini cuma (dipakai) buat istirahat pas di bengkel, misalnya buat shalat," ujar Haryanto.

3. Ledakan di Bekasi

Suara ledakan terdengar beberapa menit setelah jumpa pers Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran di Bekasi Saat terjadi, tim Gegana Polri sedang olah tempat kejadian perkara.

Suara itu mengagetkan warga dan jurnalis yang tengah berkumpul di sekitar lokasi penggerebekan terduga teroris.

"Sebuah ledakan terjadi, baru saja terdengar suara keras dan kagetkan warga sekitar di lokasi kejadian," ujar Jurnalis Kompas TV dari lokasi kejadian.

Kompas TV juga melaporkan bahwa terlihat asap hitam pekat membumbung tinggi.

Aparat kepolisian pun meminta warga untuk segera menjauh dari lokasi kejadian.

"Tercium bau menyengat dari lokasi. Polisi meminta warga untuk menjauh, beberapa aparat kepolisian juga terlihat masuk ke dalam rumah terduga teroris yang diduga menjadi asal sumber ledakan," urainya.

Ikuti Berita Terkait Bom Gereja di Makassar di SURYA.co.id

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved