Bom Gereja di Makassar
4 Fakta Marthinus Hukom yang Ikut Tangani Bom Gereja di Makassar, Sukses Buru Teroris Imam Samudra
Berikut rangkuman fakta tentang Marthinus Hukom yang ikut menangani kasus Bom Gereja di Makassar. Sukses Buru Teroris Imam Samudra
Penulis: Putra Dewangga Candra Seta | Editor: Musahadah
Penulis: Putra Dewangga Candra Seta | Editor: Musahadah
SURYA.co.id - Berikut rangkuman fakta tentang Marthinus Hukom yang ikut menangani kasus Bom Gereja di Makassar.
Sosok, profil dan biodata Marthinus Hukom jadi sorotan setelah terjadi aksi bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar pada Minggu pagi (29/3/2021).
Marthinus mendapat perintah dari Kapolri Listyo Sigit Prabowo untuk ikut menangani kasus pengeboman tersebut.

Baca juga: Biodata Marthinus Hukom Kepala Densus 88 yang Diperintah Kapolri Ikut Tangani Bom Gereja di Makassar
Baca juga: Inilah Bom yang Diduga Dipakai Pelaku Bom Gereja di Makassar, Daya Ledak Cukup Besar & Mematikan
Marthinus Hukom saat ini menjabat sebagai Kepala Densus 88 Antiteror Polri.
Sepak terjangnya dalam memburu teroris cukup moncer.
Salah satunya adalah kesuksesannya memburu teroris Imam Samudra tahun 2002 lalu.
Berikut rangkuman fakta tentang Marthinus Hukom.
1. Profil dan biodata
Melansir dari Wikipedia, Brigjen Pol Marthinus Hukom lahir di Ameth, Nusalaut, Maluku Tengah, Maluku pada 30 Januari 1969.
Martinus, lulusan Akpol 1991 ini berpengalaman dalam bidang reserse.
Marthinus Hukom mengemban amanat sebagai Kepala Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri mulai 1 Mei 2020.
2. Sukses buru teroris Imam Samudra
Martinus termasuk polisi yang mendapat kenaikan pangkat luar biasa saat tergabung dalam tim Ditserse Polda Metro Jaya.
Ia sukses menangkap teroris Imam Samudra di Pelabuhan Merak, Banten, 21 November 2002.