Kamis, 7 Mei 2026

Berita Malang Raya

Guru SLB di Kota Batu Segera Divaksin Covid-19

Dinas Kesehatan Kota Batu menjadwalkan pelaksanaan vaksinasi kepada para guru sekolah luar biasa (SLB).

Tayang:
Penulis: Benni Indo | Editor: Titis Jati Permata
surya.co.id/benni/ahmad zaimul haq
Kepala Sekolah SLB Eka Mandiri, Adi Indra Prasetyo (kanan) dan foto ilustrasi vaksin covid-19 (kiri). 

SURYA.CO.ID, BATUDinas Kesehatan Kota Batu menjadwalkan pelaksanaan vaksinasi kepada para guru sekolah luar biasa (SLB).

Berdasarkan laporan dari Dinas Pendidikan, guru SLB selalu kontak dengan para muridnya.

Mereka tidak bisa efektif belajar secara online.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Batu, drg Kartika Trisulandari mengatakan, kondisi itulah yang mendorong perlunya vaksinasi kepada para guru di SLB.

Sebelumnya, guru TK, SMA dan guru ngaji sudah menjalani vaksinasi di Kota Batu.

“Karena mereka tidak pernah daring, sehingga ketemu anak-anak,” ujar Kartika.

Baca juga: Rebut Kembali Opini WTP untuk Kota Pasuruan, Gus Ipul-Mas Adi Datangi BPK

Baca juga: Soal dan Jawaban SD Kelas 4 Jumat 26 Maret 2021: Tuliskan Apa Saja Jenis Pekerjaan yang Ditekuni

Kepala Sekolah SLB Eka Mandiri, Adi Indra Prasetyo menyambut baik rencana vaksinasi kepada para guru SLB.

Katanya, guru SLB di Kota Batu memang menghadapi tantangan yang berbeda dengan guru di sekolah reguler.

Di tempatnya, terdapat jenjang pendidikan mulai SD hingga SMA.

Ada 19 guru dan 1 orang TU di SLB Eka Mandiri. Sedangkan jumlah muridnya sebanyak 85.

“Selama pandemi, bukannya sulit, tapi tidak bisa karena anak-anak terbatas. Orangtuanya juga tidak punya fasilitas seperti ponsel pintar. Orangtuanya juga awam terhadap aplikasi daring. Ada beberapa hal yang tidak bisa dilakukan di rumah, seperti terapi,” ujar Adi.

Ia mencontohkan, anak tuna netra harus orientasi mobilitas. Maka hal itu tidak bisa dilakukan secara daring.

Pihaknya sempat menerapkan pembelajaran daring, namun hasilnya tidak maksimal setelah dievaluasi.

Meskipun pembelajarannya tatap muka, namun tetap masih ada batasan.
Setiap harinya, anak-anak dibatasi untuk datang ke sekolah.

“Saya batasi, seminggu sekali masuk untuk terapi. Tapi untuk pembelajaran lainnya bisa di rumah. Satu guru bisa satu anak dalam sehari. Biasanya satu guru tiga sampai empat murid dalam sehari,” katanya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved