Berita Tulungagung
Bupati Tulungagung Melepas Batu Bata Candi Mirigambar Sebagai Tanda Dimulainya Pemugaran
Prosesi pelepasan batu bata ini adalah simbol dimulainya pemugaran Candi Mirigambar.
Penulis: David Yohanes | Editor: Titis Jati Permata
Nantinya setiap bagian akan dikembalikan ke posisinya, tanpa melakukan perubahan sedikit pun.
“Makanya prosesnya lama, karena harus teliti. Membongkarnya butuh lima bulan, mengembalikannya butuh lima bulan,” papar Zakaria.
Sebelumnya tim BPCB Jatim juga melakukan ekskavasi di sekitar candi untuk menyiapkan gudang material selama pemugaran.
Namun tim malah menemukan struktur baru, yang diduga pagar candi.
Temuan pagar candi ini meluas hingga masuk ke tanah milik warga.
“Karena itu kami berharap, pemerintah daerah mau membantu perluasan candi,” ujar Zakaria.
Recanannya ada sekitar 20 persen material tambahan untuk memperkuat struktur pondasi candi.
Pemugaran memegang prinsip tetap menjaga keaslian bahan, keaslian pekerjaan, keaslian tata letak dan keaslian bentuknya.
Cerita Relief
Candi Mirigambar diyakini sudah ada sejak awal kerajaan di Jawa Timur.
Kondisi Candi Mirigambar sebelumnya mirip sebuah reruntuhan.
Sejumlah ornamen dindingnya hilang, bahkan reliefnya juga tidak lengkap.
Menurut Lidya Kievan, ahli budaya asal Jerman, relief utama Candi Mirigambar menggambarkan kisah Panji dengan Putri Galuh.
Hubungan mereka mendapat rintangan dari Raja Magadha, yang ingin menjadikan Putri Galih sebagai istrinya.
Untuk memuluskan niatnya, Raja Magadha berusaha membunuh Panji dengan cara mengikatnya, serta membuangnya ke sungai.
Namun tubuh Panji ditemukan oleh para pembantu kerajaan Daha.
Panji kemudian bergabung dengan daha untuk berperang melawan Raja Magadha.
Akhirnya Raja Magadha bisa dikalahkan, dan Panji bisa bersatu kembali dengan Putri Galuh.
Pada tahun 2019, Candi Mirigambar juga menjadi salah satu pusat kegiatan Festival Panji Nusantara, yang diadakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.