Sabtu, 30 Mei 2026

Berita Gresik

Terancam di Tebing Longsor Putri Cempo, Nenek Musahadah Tempati Rumah Sementara

Ada tiga kepala OPD yang berusaha menyakinkan keluarga Musahadah agar mau menerima tawaran orang nomor satu di Kabupaten Gresik itu.

Tayang:
Penulis: Willy Abraham | Editor: Deddy Humana
surya/willy abraham
Ruumah salah satu warga tampak tinggal menunggu ambles akibat longsor yang mengikis perbukitan di kawasan bukit Putri Cempo, Kelurahan Gending, Kecamatan Kebomas, Kamis (4/3/2021). 

SURYA.CO.ID, GRESIK - Nenek Musahadah (70) tidak lagi waswas, setelah mendapat kepastian dari Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani untuk memfasilitasi rumah sementara yang lebih layak.

Rumah milik nenek itu terdampak longsor di kawasan Putri Cempo, Rabu (3/3/2021) pagi sehingga lantai dapur rumahnya ikut tergerus longsor.

Nenek Musahadah akan tinggal di rumah sementara yang difasilitasi pemkab dan jaraknya tidak jauh dari rumah sebelumnya. Yaitu hanya berjarak sekitar 100 meter dengan kondisi lebih layak dan aman.

Tawaran pindah disampaikan langsung Bupati Gresik saat meninjau kawasan Bukit Putri Cempo, Rabu (3/3/2021) kemarin. Gus Yani melihat kondisi dapur berdinding asbes berlantai tanah di rumah nenek itu.

Di bagian pojok sebelah Timur rumah, terlihat lubang cukup besar. Diameternya sekitar 1 meteran dan terlihat dasar tebing berkedalaman 10 meteran.

Ada tiga kepala OPD yang berusaha menyakinkan keluarga Musahadah agar mau menerima tawaran orang nomor satu di Kabupaten Gresik itu.

Tiga kepala OPD itu adalah Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Ida Lailatussa'diyah; Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP), Achmad Washil Miftachul Rachman; dan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gresik Mokh Najikh. Mereka didampingi Sekcam Kebomas Zainul Arifin dan Lurah Gending dan Ngargosari.

Mereka menemui nenek Musahadah dan keluarganya. Demi keselamatan dan menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, keluarga nenek Musahadah menerima tawaran itu dan menyatakan akan segera boyongan.

Rumah sementara tersebut berada di dekat Makam Putri Cempo. Rumah yang disediakan pemkab berdinding tembok, dan selama ini ditempati oleh Sulaiman, ASN di Dinas Informasi dan Komunikasi (Diskominfo) Gresik yang menjaga tower komunikasi milik Diskominfo.

"Mengantisipasi agar jangan sampai terjadi hal yang tidak diinginkan, pemkab menyediakan rumah pengungsian sementara yang kondisinya lebih aman," ucap Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Ida Lailatussa'diyah.

Ahmad Syaifuddin, anak Musahadah yang merupakan juru kunci Makam Putri Cempo mengaku sering berpindah tempat saat hujan tiba. Karena kawasan bukit Pucem memang rawan longsor sejak tiga tahun terakhir.

Dapur dan bangunan rumah di depan makam Syeh Sayyid Abdurrahmah, Paman Sunan Giri (Maulana Ainul Yaqin), juga kerap tergerus air hujan dan tanahnya luruh ke dalam jurang kawasan Bukit Putri Cempo itu.

"Kalau hujan kami pindah ke tempat yang aman. Kembali lagi ke sini kalau sudah reda," paparnya.

Sementara usai mengumpulkan OPD dan DPRD Gresik, Gus Yani langsung memerintahkan agar semua bangunan rumah yang di bibir tebing longsor di Kelurahan Gending, Kecamatan Kebomas itu dikosongkan sementara.

"Demi keselamatan, kami memfasilitasi tempat tinggal bagi mereka setelah dievakuasi kemarin. Untuk jangka pendek, kami akan melakukan penyelamatan warga yang berpotensi terdampak dan tindakan meminimalisir longsor dengan membendung masuknya air hujan ke lokasi longsor," ucap Gus Yani, Kamis (4/3/2021).

Sumber: Surya
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved