Breaking News:

Berita Surabaya

Pegawai dan WBP Lapas Surabaya Antusias Donorkan Plasma Konvalesen

Diikuti 48 orang yang terdiri dari 42 peserta donor darah dan 6 pendonor plasma konvalesen.

Foto Istimewa Kemenkumham Jatim
Para pegawai dan WBP Lapas Kelas I Surabaya mengikuti donor darah plasma Konvalesen, Kamis (25/2/2021). 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Para pegawai dan warga binaan pemasyarakatan (WBP) Lapas Kelas I Surabaya berbondong-bondong mengikuti donor darah plasma konvalesen, Kamis (25/2/2021).

Kegiatan donor tersebut dilaksanakan di Aula Kunjungan Lapas Porong.

Diikuti 48 orang yang terdiri dari 42 peserta donor darah dan 6 pendonor plasma konvalesen.

Selain dari petugas lapas/ rutan, WBP juga sangat antusias mengikuti kegiatan yang menggandeng PMI Sidoarjo itu.

Kalapas Surabaya Gun Gun Gunawan menyebutkan, kegiatan ini sebagai bentuk dukungan atas Gerakan Nasional Donor Plasma Konvalesen yang dicanangkan pemerintah.

Aksi ini, lanjut Gun Gun, merupakan bagian dari upaya pihaknya dalam mendukung pemulihan kesehatan masyarakat.

Baca juga: Juru Parkir di Kota Batu Wajib Ganti Rugi Jika Ada Kendaraan Hilang

Baca juga: Residivis yang Bawa Sabu-sabu Saat Kecelakaan di Tulungagung, Mengaku Diperintah Sosok Ini

Baca juga: Besok, Gus Yani-Bu Min Dilantik pada Sesi Terakhir di Gedung Grahadi Surabaya

Mengingat Plasma konvalesen sangat dibutuhkan khususnya bagi mereka yang terkonfirmasi positif Covid-19 dengan gejala sedang hingga berat.

“Donor darah ini kami galakkan atas nama kemanusiaan,” ujarnya, Kamis, (25/2/2021).

Sementara itu, Kepala UPT PMI Sidoarjo dr Septi Laili mengatakan bahwa kegiatan donor darah plasma konvalesen ini sangat diharapkan oleh pihaknya.

Mengingat stok plasma konvalesen di PMI Sidoarjo tidak ada. Justru, permintaan darah tersebut terus bertambah.

"Dengan kegiatan ini kami dari PMI Sidoarjo sangat senang, mengingat sampai saat ini sudah jarang warga yang melakukan donor plasma konvalesen. Sementara itu permintaan darah sangat banyak," kata Septi.

Salah satu WBP Lapas Surabaya Nur Hasan mengaku melakukan donor ini dengan sukarela.

Pria yang divonis seumur hidup itu mengaku pernah dua kali terpapar COVID-19. Hingga merasa sudah tidak ada lagi harapan hidup.

Namun, berkat perawatan yang diberikan pihak lapas, dia bisa pulih.

“Ini sebagai wujud rasa syukur kami, semoga dengan kegiatan ini bermanfaat bagi orang di luar lapas," tandas Nur Hasan.

Penulis: Samsul Arifin
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved