Pelantikan Kepala Daerah di Jatim

Besok Gus Ipul Dilantik Gubernur Khofifah Jadi Wali Kota Pasuruan, Pernah Bersaing di Pilgub Jatim

Besok Saifullah Yusuf alias Gus Ipul dilantik Gubernur Khofifah Indar Parawansa sebagai Wali Kota Pasuruan yang baru.

Penulis: Fatimatuz Zahro | Editor: Iksan Fauzi
Kolase Kompas.com
Wali Kota Pasuruan terpilih, Saifullah Yusuf alias Gus Ipul. Foto Kanna : Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa. Bespk, Gus Ipul dilantik Gubernur Khofifah. Kedua tokoh NU itu pernah bersaing di Pilgub Jatim 2018. 

Pada Pilkada Serentak 2020, Gus Ipul memilih maju sebagai calon wali kota Pasuruan.

Ia menggandeng politikus Golkar Adi Wibowo.

Pasangan ini melawan pasangan petahana Raharto Teno Prasetyo-M Hasjim Asjari.

Gus Ipul menang telak dengan meraih 73.236 suara (67,9 persen). Sementara petahana kalah dengan perolehan 34.572 suara (32,1 persen).

Pelantikan dibagi 3 sesi

Pelantikan dilakukan dalam tiga sesi.

Pertama pelantikan dilakukan pukul 09.00 WIB untuk Kabupaten Trenggalek Kabupaten Ponorogo Kabupaten Situbondo Kabupaten Ngawi Kabupaten Sumenep Kabupaten Banyuwangi.

Kemudian untuk sesi kedua dilakukan pukul 13.00 WIB untuk Kota Blitar, Kota Pasuruan, Kabupaten Jember, Kabupaten Malang, Kabupaten Blitar, Kabupaten Mojokerto.

Dan sesi terakhir pelantikan dilakukan pukul 16.00 WIB untuk Kabupaten Gresik, Kabupaten Sidoarjo, Kota Surabaya, Kabupaten Lamongan dan Kabupaten Kediri.

Ditegaskan Khofifah, secara keseluruhan, pelantikan dilakukan secara hybrid.

Yang mengikuti pelantikan secara langsung di Negara Grahadi hanya Kepala dan Wakil Kepala Daerah Terpilih beserta pasangan.

Sedangkan, tamu undangan lainnya mengikuti prosesi acara pelantikan secara virtual dari daerahnya masing-masing.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyampaikan bahwa usulan melaksanakan pelantikan hybrid adalah usulan darinya dengan pertimbangan permintaan dari para kepala daerah terpilih.

"Jadi yang menyurat kepada Mendagri kami, kami menyurat supaya ada opsi karena semula SE dari Mendagri terkait pelantikan itu secara virtual. Lalu kami menyurat lengkap dengan video simulasi model pelantikan secara hibrid," kata Khofifah.

Dan Mendagri mengizinkan pelantikan dilakukan secara hybrid dengan SOP yang sangat ketat. Untuk itu yang boleh masuk ke dalam adalah kepala daerah pasangan dan masing masing hanya satu ajudan. Namun para ajudan hanya boleh di luar grahadi.

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved