Breaking News:

Berita Lifestyle

Batu Pirus Persia Masih Jadi Incaran Kolektor Berkat Coraknya yang Beragam

Beberapa di antaranya masih banyak diburu kolektor. Salah satunya adalah Batu Pirus yang berasal dari Persia.

surya.co.id/ahmad zaimul haq
Pengunjung mengamati koleksi batu akik yang dipamerkan dalam pameran Gemstone & Antiques Fair di Ciputra World Surabaya, Senin (22/2/2021). 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Tahun ini, jenis batuan dan permata tak ramai dicari seperti 2015 lalu.

Namun beberapa di antaranya masih banyak diburu kolektor. Salah satunya adalah Batu Pirus yang berasal dari Persia.

Joni Kiwir, salah satu kolektor batu asal Jember mengatakan, salah satu hal yang menjadi daya tarik Batu Pirus adalah coraknya.

Menurutnya, corak Batu Pirus tidak bisa ditentukan. Hal itu yang membuat corak batu ini tidak akan sama satu dan lainnya.

"Karena corak dalam batu biasanya ditemukan secara sengaja. Misal, dengan memperhatikan betul-betul corak batu ketika dibelah. Apabila beruntung, bisa mendapatkan corak yang tidak umum," terang Joni saat ditemui dalam pameran Gemstone and Antiques Fair yang digelar di Ciputra World Surabaya.

Baca juga: Jatim Terima 914.200 Dosis Vaksin Covid-19 untuk Sasaran Tahap Kedua

Baca juga: Cegah Penyalahgunaan Narkoba, 127 Personil Polres Blitar Kota Jalani Tes Urine

Baca juga: Ibunda Ketua Golkar Jatim Sarmuji Meninggal Dunia, FPG DPRD Jatim Ikut Berduka

Joni sempat menunjukkan beberapa koleksi Batu Pirus miliknya.

Ada yang berwarna biru dengan corak emas dan hitam, ada pula batu hitam dengan corak emas.

Tak sama seperti keris, untuk membersihkan batu, tidak perlu waktu-waktu khusus. Menurut Joni, setiap hari pun bisa.

Biasanya, untuk membersihkan batu memerlukan dua alat dan bahan yakni, penggosok berbahan kulit dan serbuk intan.

"Serbuk intan bisa membuat batu menjadi lebih kinclong. Itu pun harus dilakikan dengan benar yakni, digosok satu arah atau disesuaikan dengan serat batu," jelasnya.

Joni melanjutkan, untuk menjual batu tidak ada patokan harga.

Karena biasanya orang yang membeli sudah mengerti dan paham mengenai karakteristik batu. Sehingga mereka yang akan memberikan harga.

Ia percaya, orang yang betul-betul tahu mengenai batu dan permata, tidak akan sembarangan memberi harga.

"Contohnya seperti Batu Pirus biru dan hitam ini. Di pasaran, harganya berkisar Rp 2 juta. Itu pun bisa lebih tergantung yang menawar," tandasnya.

Penulis: Akira Tandika
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved