Berita Malang Raya
Instalasi Lindi TPA Tlekung Kota Batu akan Segera Dinormalisasi
Ada beberapa tahapan sebelum akhirnya air betul-betul jernih. Setelah jernih, air dialirkan kembali ke alam.
Penulis: Benni Indo | Editor: Titis Jati Permata
SURYA.CO.ID, BATU – Instalasi pengolahan lindi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Tlekung Kota Batu harus dinormalisasi kembali sesuai standar yang ada.
Rekomendasi tersebut mengemuka setelah Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Batu berkoordinasi dengan akademisi Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS).
“Intinya, kalau memang normal, pada saat curah hujan tidak masalah. Tapi karena curah hujan tinggi, maka kami harus sesuaikan dengan kondisi alam,” ungkap Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Batu, Aris Setiawan, Kamis (18/2/2021).
Cara yang dilakukan DLH Batu adalah memastikan kendala instalasi teratasi.
Petugas DLH akan memantau titik mana saja yang menjadi titik rusak pada instalasi.
Aris menegaskan, pada intinya instalasi pengolahan lindi harus dinormalisasi kembali.
“Dinormalkan sesuai standar yang ada. Kalau instalasinya normal, curah hujan tinggi tidak masalah. Tapi karena curah hujan tinggi, kami menyesuaikan dengan kondisi alam. Caranya, kami cek total apakah ada kendala di instalasinya?” paparnya.
Baca juga: Soal dan Jawaban SBO TV SD Kelas 3 Hari Ini, Jumat 19 Februari 2021: Air sebagai Sumber Energi
Baca juga: Pencairan Dana Desa Lancar, PPKM Mikro Bisa Optimal Dilakukan di Kabupaten Ponorogo
Baca juga: Pasar Kepoh Kabupaten Bojonegoro Ludes Terbakar, Api Hanguskan 350 Lapak dari Kayu
Baca juga: Siswa SD di Kabupaten Tulungagung yang Kesulitan Daring, Ikuti Pembelajaran Lewat Radio
Setelah dicek, petugas menemukan adanya sedimentasi. Hal tersebutlah yang kemudian dibersihkan petugas. “Makanya segera kami angkat,” jelasnya.
Temuan warga di lokasi tercemarnya air sungai, terdapat pipa yang mengarah ke sungai.
Dari pipa tersebut keluar cairan lindi. Dikonfirmasi mengenai hal tersebut, Aris membantah kalau pipa lindi dialirkan langsung ke sungai.
“Pipa limbah, kalau situasi normal tidak terbuang ke sungai karena semua arus lindi masuk ke kolam. Karena situasi hujan, kapasitas air masuk, akhirnya instalasinya itu ada yang bocor. Akhirnya kami menormalkan kembali agar masuk ke kolam,” kata Airs.
Diterangkan mantan Camat Batu itu, air lindi akan masuk ke kolam dan mengalami proses penjernihan.
Ada beberapa tahapan sebelum akhirnya air betul-betul jernih. Setelah jernih, air dialirkan kembali ke alam.
“Setelah semua tertampung dari kolam, keluarnya ke sumur pantau lalu dikembalikan ke alam dengan kondisi normal. Airnya sudah jernih,” ungkapnya.
Sebagai kepala dinas, Aris akan menyusun kajian bersama staf ahli untuk mengantisipasi peristiwa pencemaran terjadi kembali pada tahun-tahun berikutnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/kepala-dinas-lingkungan-hidup-aris-setiawan-didampingi.jpg)