Breaking News:

Berita Bojonegoro

Pasar Kepoh Kabupaten Bojonegoro Ludes Terbakar, Api Hanguskan 350 Lapak dari Kayu

Api yang dengan cepat berkobar melahap habis ratusan bangunan semi permanen di pasar tersebut.

Foto Istimewa
Kebakaran Pasar Kepoh, Desa Kepoh, Kecamatan Kepohbaru, Kabupaten Bojonegoro 

SURYA.CO.ID, BOJONEGORO - Pasar Kepoh di Desa Kepoh, Kecamatan Kepohbaru, Kabupaten Bojonegoro, terbakar, Kamis (18/2/2021) malam.

Api yang dengan cepat berkobar melahap habis ratusan bangunan semi permanen di pasar tersebut.

Kepala Dinas Damkar Bojonegoro, Ahmad Gunawan mengatakan, kebakaran diperkirakan terjadi pada pukul 20.00 WIB.

Kemudian warga melaporkan kejadian ke pos Baureno pukul 20.31 WIB, tim selanjutnya langsung menuju lokasi untuk melakukan pemadaman.

Sebanyak 14 mobil dikerahkan untuk menjinakkan api, rinciannya 7 mobil damkar Bojonegoro, 2 unit water suplai BPBD bojonegoro, 2 unit dari Damkar Lamongan dan 3 unit dari Damkar Tuban.

Kemudian terdapat 50 personil dari Dinas Damkar Bojonegoro, 8 personil dari Damkar Tuban, 8 personil dari Damkar Lamongan, serta 9 personil BPBD bojonegoro. Serta dibantu TNI-Polri.

"Api dapat dipadamkan Jumat (19/2/2021) pukul 02.50 WIB, setelah melalui proses pemadaman dan pendinginan," ujarnya.

Baca juga: Siswa SD di Kabupaten Tulungagung yang Kesulitan Daring, Ikuti Pembelajaran Lewat Radio

Baca juga: Update Virus Corona di Surabaya 19 Februari 2021 Naik 51, Ini Aplikasi SIGAP untuk Awasi PPKM Mikro

Baca juga: Daftar Amalan Hari Jumat Sesuai Sunnah Rasul, Boleh Sedekah Hingga Baca Sholawat, Ini Keutamaannya

Dia menjelaskan, akibat kebakaran tersebut, sebanyak kurang lebih 350 bangunan kios atau lapak yang terbuat dari kayu ludes terbakar.

Kios yang terbakar untuk usaha jual kain, pakaian jadi, sembako, sayur mayur dan warung makan minum.

Sedangkan satu deret depan dan satu deret sebelah selatan yang tidak terbakar, namun bangunan mengalami kerusakan karena digunakan untuk evakuasi barang dagangan pemiliknya.

Meski demikian, tidak ada korban jiwa atas kebakaran tersebut.

"Untuk kerugian masih dalam proses hitung, begitupun penyebabnya masih dalam penyelidikan," pungkasnya.

Penulis: M. Sudarsono
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved