Breaking News:

Berita Magetan

Bantuan Pusat Hanya Rp 50 Miliar, Exit Tol Magetan Sulit Terwujud Tahun Ini

Dan seluruhnya untuk memenuhi fasilitas warga Kabupaten Magetan dan menggenjot Pendapatan Asli Daerah (PAD).

istimewa
Tiga dari 20 program unggulan pembangunan Kabupaten Magetan 2021, termasuk Exit Tol yang detail gambar kerja atau DED (Detail Engineering Design). Namun dipastikan tidak dimulai 2021 karena terbentur biaya. 

SURYA.CO.ID, MAGETAN - Realisasi salah satu program unggulan 2022 dari pemerintah pusat sesuai Perpres 80 Tahun 2021, yaitu exit tol Magetan yang memerlukan anggaran sekitar Rp 500 milliar, sulit dimulai tahun ini. Penyebabnya, bantuan dari pemerintah pusat ternyata sangat kecil, padahal rencana anggaran di atas itu termasuk untuk pembebaskan lahan.

Adanya exit tol akan mendorong pembangunan kawasan wisata terpadu Sarangan dan pembangunan kawasan industri kulit, serta 17 lainnya proyek pembangunan lain. Dan seluruhnya untuk memenuhi fasilitas warga Kabupaten Magetan dan menggenjot Pendapatan Asli Daerah (PAD).

"Memang detail gambar kerja atau DED (Detailed Engineering Design) sudah jadi, tetapi biaya dan penempatan Exit Tol itu belum siap," kata Kepala Bidang Bina Marga Jalan dan jembatan DPU PR Kabupaten Magetan, Didiek Budiman kepada SURYA, Kamis (18/2).

Bahkan untuk estimasi biaya, lanjut Didiek, Pemkab Magetan belum bisa memastikan. Karena biaya pelaksanaan proyek itu sangat biaya besar. Sedang biaya pembangunan Exit Tol belum siap.

"Kalau tahun ini belum siap, kami masih mengajukan tambahan anggaran itu ke Pemprov Jatim, karena bantuan pemerintah pusat tidak mencukupi," kata Didiek

Dikatakan Didiek, biaya pembebasan lahan diperkirakan mencapai Rp 100 miliar. Sedangkan bantuan dari pusat hanya Rp 50 miliar atau sepersepuluh (1/10) saja. Padahal Pemkab Magetan memakai Exit Tol system Direct (langsung) untuk menekan biaya, tidak mahal seperti Madiun - Ngawi yang bersistem In Direct (tidak langsung).

"Biaya pembebasan lahan itu belum termasuk biaya kontruksi. Padahal kita nanti mengunakan desain gambar sederhana atau minimalis. Itu saja biayanya mencapai Rp 500 miliar, bukan rancangan Exit Tol Direct, kita nanti kemungkinan In direct," kata Didiek.

Rencana Exit Tol ada tiga di tiga lokasi, yaitu Desa Gunungan, Desa Sukowidi tembus Kecamatan Barat, dan Desa Sukowidi tembus Maospati, namun rencana exit tol di Desa Jeruk tidak jadi dikaji.

"Awalnya tiga lokasi itu, Desa Jeruk, Desa Gunungan dan Desa Sukowidi. Tetapi karena Desa Jeruk tidak masuk kajian. Diganti di Desa Gunungan," kata Didiek.

Exit Tol Kabupaten Magetan merupakan program unggulan 2022. Program itu menindaklanjuti Peraturan Pressiden (Perpres) 80 Tahun 2021. Ke-10 program unggulan itu salah satunya Exit Tol Magetan dan sampai hari ini DED sudah ada. ***

Penulis: Doni Prasetyo
Editor: Deddy Humana
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved