Berita Surabaya
Pasar Gunung Anyar Surabaya Ditinggalkan Pembeli, ini Tawaran Solusi Anggota Dewan
Warga juga tidak banyak menjadikan Pasar yang berlokasi di Kelurahan-Kecamatan Gunung Anyar tersebut sebagai tempat membeli kebutuhan sehari-hari.
Penulis: Nuraini Faiq | Editor: Parmin
SURYA.co.id | SURABAYA - Pasar Gunung Anyar terus sepi dan ditinggalkan pembeli.
Warga juga tidak banyak menjadikan Pasar yang berlokasi di Kelurahan-Kecamatan Gunung Anyar tersebut sebagai tempat membeli kebutuhan sehari-hari.
Pasar yang besar tersebut kini hanya dihuni puluhan pedagang yang menempati stan dari sekitar 150 stan pasar.
Padahal keberadaan pasar yang representatif ini bisa menjadi pilihan warga.
"Eman, Pasar Gunung Anyar yang mestinya menjadi sentra ekonomi warga malah sepi.
Tidak boleh kondisinya dibiarkan begini," ungkap anggota Komisi C DPRD Kota Surabaya William Wirakusuma, Selasa (16/2/2021).
Wakil rakyat dari PSI ini tidak habis pikir dengan keberadan pasar yang dibangun Dinas Koperasi Kota Surabaya tersebut.
Apa ada yang salah dengan keberadan pasar tersebut sehingga sulit mendapat pembeli.
Bahkan stan juga banyak yang kosong. Artinya tidak hanya pembeli, pedagang pun juga sepi.
Memang pasar ini relatif baru karena baru sekitar dua tahun beroperasi. Pasar ini mulai berdiri sejak 2018.
William langsung fokus pada keluhan warga dan pedagang saat dirinya menggelar reses di Gunung Anyar.
Selain masalah klasik banjir dan infrastruktur, ternyata ada keluhan Pasar Gunung Anyar yang sepi.
"Kalau terus sepi lama-lama pedagang juga pindah. Harus ada solusi.
Pemkot juga harus segera mencari jalan keluar bersama pedagang dan warga agar tidak makin sepi," tandas William.
Hasil menggali informasi dari warga bahwa belum semua warga Gunung Anyar mengetahui keberadaan pasar tersebut.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/anggota-dprd-kota-surabaya-dari-psi-william-wirakusuma.jpg)