Breaking News:

Citizen Reporter

Kenangan Manis dari Seraya Besar, Kecamatan Komodo

Cinta dan kasih masyarakat Seraya Marannu memantapkan hati untuk kembali lagi ke pulau ini suatu saat nanti.

Editor: Cak Sur
Istimewa
Tim Volunteer Social Expedition di Desa Seraya Marannu, Pulau Seraya Besar, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. 

SURYA.CO.ID, NTT - Siapa yang tak kenal Labuan Bajo? Kawasan eksotis itu terkenal dengan keindahan alam memanjakan mata.

Ada Pulau Padar dengan suguhan pemandangan bukit dan laut yang menakjubkan, Pantai Pink dengan keindahan laut dan keunikan warna pasirnya, belum lagi Pulau Komodo sebagai habitat asli hewan komodo.

Kawasan Taman Nasional Komodo benar-benar menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.

Namun, selain beberapa kawasan yang terkenal itu, ada kawasan lain yang tak kalah menakjubkan di Labuan Bajo. Tepatnya di Desa Seraya Marannu, Pulau Seraya Besar, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Desa Seraya Marannu berada di wilayah kepulauan dan merupakan pemekaran dari Desa Pasir Putih.

Pada awalnya, Pulau Seraya Besar merupakan salah satu pulau yang tidak berpenghuni, namun memiliki sumber air yang bersih.

Pulau ini kali pertama dihuni oleh enam keluarga yang berasal dari daratan Karumbung.

Mereka berlayar ke kepulauan Flores untuk mencari tempat persinggahan. Mereka sebelumnya hidup nomaden (berpindah-pindah tempat). Hal itu juga membuat orang lain tertarik untuk tinggal dan menetap di Seraya Basar dengan masuknya orang-orang Suku Bajo, Bugis, dan lain-lain.

Kondisi inilah yang melatarbelakangi berdirinya Desa Seraya Marannu pada 2012.

Luas Desa Seraya Marannu hanya 30 persen dari keseluruhan Pulau Seraya Besar. Pemukiman penduduk berbentuk memanjang mengikuti bibir pantai.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved