Kamis, 30 April 2026

Berita Lamongan

Cuaca Buruk, Nelayan Lamongan Pilih Sandarkan Perahunya

Cuaca ekstrem sangat berpengaruh dengan aktivitas para nelayan di Pantura Lamongan Jawa Timur.

Tayang:
Penulis: Hanif Manshuri | Editor: Titis Jati Permata
surya.co.id/hanif manshuri
Aktivitas di Pasar Ikan Kabupaten Lamongan, Sabtu (13/2/2021) 

Hal yang sama juga terjadi pada ikan tenggiri, dari yang semula hanya Rp 75 ribu menjadi Rp 120 ribu perkilogram.

Ikan jenis lainnya, lanjut Musriman, seperti ikan togek, layur juga mengalami kenaikan sekitar Rp. 5 ribuan.

Harga rajungan juga ada kenaikan, dan harga yang berlaku sekarang ini mencapai Rp 80 ribu perkilogram.

"Kami berharap agar cuaca kembali normal," ungkapnya.

Mukhlisin menambahkan, permintaan ikan laut selama beberapa hari terakhir ini juga meningkat.

Namun, karena pasokan ikan dari nelayan berkurang pedagang pun terpaksa tidak bisa memenuhi permintaan tersebut.

"Banyak permintaan tapi kondisinya tangkap ikan sedang sepi ya mau gimana lagi," imbuhnya.

Sementara, cuaca buruk yang terjadi di wilayah Pantura Lamongan selama beberapa hari terakhir membuat para nelayan di Kecamatan Brondong memilih untuk tidak melaut dan menyandarkan perahu-perahu mereka di pelabuhan Brondong untuk sementara waktu.

Menunggu cuaca kembali normal, para nelayan ini mengisi waktu kosong mereka dengan memperbaiki alat tangkap ikan, mesin dan membersihkan perahu dari batu karang.

"Sudah hampir 15 hari kita tidak melaut karena takut," kata salah satu nelayan Ali.

Ali mengungkapkan, ketinggian gelombang laut saat ini bisa mencapai 3-4 meter lebih.

Mualimin juga berharap agar cuaca kembali normal dan ia bisa kembali melaut.

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved