Kamis, 30 April 2026

Berita Lamongan

Cuaca Buruk, Nelayan Lamongan Pilih Sandarkan Perahunya

Cuaca ekstrem sangat berpengaruh dengan aktivitas para nelayan di Pantura Lamongan Jawa Timur.

Tayang:
Penulis: Hanif Manshuri | Editor: Titis Jati Permata
surya.co.id/hanif manshuri
Aktivitas di Pasar Ikan Kabupaten Lamongan, Sabtu (13/2/2021) 

SURYA.CO.ID, LAMONGAN - Cuaca ekstrem sangat berpengaruh dengan aktivitas para nelayan di Pantura Lamongan Jawa Timur.

Bahkan hanya 50 persen yang berani melaut akibat cuaca buruk kali ini.

Sedangkan separonya, dari total nelayan 1275 harus 'memarkir' perahunya.

"Kondisi cuaca yang membuat nelayan Lamongan separo berhenti melaut," kata Ketua Rukun Nelayan Paciran, Mukhlisin Umar kepada SURYA.co.id, Sabtu (13/2/2021).

Bagi nelayan yang tetap melaut juga diuntungkan dengan harga ikan tangkapan yang dalam sepekan ini mulai naik.

Tantangan di laut bersamaan dengan cuaca buruk saat ini terbayar dengan tingginya harga ikan yang mereka dapatkan.

Daftar Amalan Bulan Rajab Mulai 13 Februari - 14 Maret 2021, Doa Rasul Hingga Dzikir Anjuran Ulama

Tiap RT di Kota Malang akan Dipasang Bendera, Fungsinya Penanda Status Zona Covid-19

Biaya operasional melaut memang sedikit meningkat, karena harga umpan semisal untuk menjaring ikan rajungan naik.

"Karena untuk mendapatkan rajungan, nelayan kita pakai rumpon dan dalam rumpon itu harus dipasang umpan, "kata Mukhlisin.

Umpannya juga harus beli, karena umpan yang dipakai juga berupa ikan. Sementara tangkapan ikan berkurang. Bahkan beli ikan untuk umpan sampai harus ke wilayah selatan.

Perhitungan itulah yang menyebabkan biaya nelayan naik.

"Kalau untuk BBM, tidak ada kendala. Dan sampai sekarang nelayan tidak kesulitan untuk mendapatkan BBM, seperti solar," kata Mukhlisin yang juga Ketua Gumregah Nusantara Jatim ini.

Nah, saat ini di Pantura Lamongan harga ikan di Lamongan mengalami kenaikan. Setelah berlaku hukum pasar, pasokan minim, harga naik.

Harga ikan kakap merah dari yang semula seharga Rp 75 ribu perkilogram naik menjadi Rp 100 ribu perkilogram.

Ikan tongkol dari harga Rp 17 ribu menjadi Rp 30 ribu perkilogram.

"Sudah satu minggu ini mengalami kenaikan," kata Mukhlisin.

Hal yang sama juga terjadi pada ikan tenggiri, dari yang semula hanya Rp 75 ribu menjadi Rp 120 ribu perkilogram.

Ikan jenis lainnya, lanjut Musriman, seperti ikan togek, layur juga mengalami kenaikan sekitar Rp. 5 ribuan.

Harga rajungan juga ada kenaikan, dan harga yang berlaku sekarang ini mencapai Rp 80 ribu perkilogram.

"Kami berharap agar cuaca kembali normal," ungkapnya.

Mukhlisin menambahkan, permintaan ikan laut selama beberapa hari terakhir ini juga meningkat.

Namun, karena pasokan ikan dari nelayan berkurang pedagang pun terpaksa tidak bisa memenuhi permintaan tersebut.

"Banyak permintaan tapi kondisinya tangkap ikan sedang sepi ya mau gimana lagi," imbuhnya.

Sementara, cuaca buruk yang terjadi di wilayah Pantura Lamongan selama beberapa hari terakhir membuat para nelayan di Kecamatan Brondong memilih untuk tidak melaut dan menyandarkan perahu-perahu mereka di pelabuhan Brondong untuk sementara waktu.

Menunggu cuaca kembali normal, para nelayan ini mengisi waktu kosong mereka dengan memperbaiki alat tangkap ikan, mesin dan membersihkan perahu dari batu karang.

"Sudah hampir 15 hari kita tidak melaut karena takut," kata salah satu nelayan Ali.

Ali mengungkapkan, ketinggian gelombang laut saat ini bisa mencapai 3-4 meter lebih.

Mualimin juga berharap agar cuaca kembali normal dan ia bisa kembali melaut.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved