Kamis, 9 April 2026

Berita Tulungagung

10 UPT Imigrasi dan Pemasyarakatan Korwil Kediri Komitmen Bersama Dapatkan WBK dan WBBK

Ada 8 Kepala UPT Pemasyarakatan, dan 2 Kepala UPT Keimigrasian yang menandatangani komitmen ini.

Penulis: David Yohanes | Editor: Titis Jati Permata
surya.co.id/david yohannes
Kepala Divisi Keimigrasian, Kantor Wilayah Kemenkumham Jawa Timur, Jaya Saputra mengawasi penandatanganan komitmen WBK dan WBBK. 

SURYA.CO.ID, TULUNGAGUNG - Para pimpinan UPT Pemasyarakatan dan UPT Imigrasi Se-Korwil Kediri menandatangani komitmen zona integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM).

Penandatanganan dilakukan serentak di Lapas Kelas IIB Tulungagung, Kamis (11/2/2021).

Ada 8 Kepala UPT Pemasyarakatan, dan 2 Kepala UPT Keimigrasian yang menandatangani komitmen ini.

Masing-masing Lapas Kelas IIB Tulungagung, Lapas Kelas IIA Kediri, Lembaga Pembinaan Khusus Anak Blitar, Lapas Kelas IIB Blitar, Rutan Kelas IIB Nganjuk, Rutan Kelas IIB Trenggalek, Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara Kelas II Blitar, Bapas Kediri,Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Blitar dan Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Kediri.

Kepala Divisi Keimigrasian, Kantor Wilayah Kemenkumham Jawa Timur, Jaya Saputra mengatakan, semua UPT tengah berjuang untuk mendapatkan WBK dan WBBK.

"Semua berproses menuju WBK. Bersaing sesama UPT untuk mendapatkan predikat WBK," terang Jasa, mewakili Kepala Kanwil Kemenkumham Jatim.

Panglima TNI Kunjungi Kota Surabaya, Tinjau Langsung Penerapan PPKM Mikro di Kampung Tangguh

Maksimalkan Pemberlakuan E-Tilang di Surabaya, Selain Andalkan CCTV, Polisi Juga Dilengkapi Body Cam

Dilantik Jadi Wali Kota Definitif Kota Surabaya, Whisnu Sakti Buana : Gak Ada Persiapan Khusus

Lanjut Jaya, Kantor Imigasi Kelas II Non TPI Blitar dan Kediri sama-sama sudah mendapatkan predikat tersebut.

Kantor Imigrasi Kediri mendapatkan predikat WBK tahun 2020, sedangkan Kantor Imigrasi Kediri mendapatkan predikat WBBK tahun 2019.

Sementara belum ada satu pun UPT Pemasyarakatan yan mendapatkannya.

"Implementasikan peningkatan pelayanan kepada masyarakat. Penghargaan dari masyarakat dan Tuhan jauh lebih penting," sambung Jaya.

Diakui Jaya, semua UPT telah meningkatkan pelayanan untuk meraih predikat WBK dan WBBK.

Namun penilaian akhir ada di Kemenpan RB.

Jaya juga meminta Pers ikut mengawal proses di setiap UPT.

"Kontrol kami dalam bekerja. Bila ada adik-adik kami di sini ada yang kurang pas, segera sampaikan," tandasnya.

Kepala Lapas Kelas IIB Tulungagung, Tunggul Buwono, mengaku sudah berupaya mendapatkan WBK sejak tahun lalu.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved