BREAKING NEWS Gunung Semeru Keluarkan Awan Panas Radius 4,5 KM
Badan Nasional Penanggulan Bencana (BNPB) mengumumkan terjadinya Awan Panas Guguran (APG) yang dikeluarkan oleh Gunung Semeru hari ini, Sabtu (16/1/20
Penulis: Abdullah Faqih | Editor: Adrianus Adhi
Guguran itu melaju dengan jarak luncur 200-1000 meter mengarah ke Besuk Kobokan.
Mukdas Sofyan, pengamat Gunung Semeru mengatakan, sebelum magma tersebut keluar juga terdengar suara gemuruh.
"Bahkan dua kali terdengar suara letusan," kata Sofyan, Rabu (6/2/2021).
Lebih lanjut, saat peristiwa itu berlangsung gunung api itu juga menyemburkan awan panas setinggi 50 meter.
"Teramati api diam dan sinar api, tinggi kurang lebih 50 meter," ujarnya.
Meski demikian, Sofyan mengatakan, status Gunung Semeru masih tetap waspada level II.
Namun, untuk menghindari ancaman bahaya erupsi, ia tetap mengimbau agar masyarakat tidak beraktivitas dalam radius 1 Km dari kawah puncak Gunung Semeru.
Serta jarak 4 Km arah bukaan kawah di sektor selatan-tenggara.
"Selain itu masyarakat juga perlu mewaspadai luncuran lava di sepanjang jalur lahar, utamanya di Besuk Kobokan. Karena di area terdampak tersebut material awan panas saat ini suhunya masih tinggi," pungkasnya.
Gunung Semeru Ditutup Hingga 31 Maret 2021, 4736 Pendaki yang Sudah Daftar Dijadwal Ulang
Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) mulai (30/12/2020) memperpanjang penutupan total Gunung Semeru.
Penutupan Gunung Semeru ini diberlakukan hingga 31 Maret 2021.
Diketahui adanya perpanjangan penutupan jalur pendakian yang dilakukan sejak 29 November 2020 lalu.
Tercatat ada sebanyak 4.736 pendaki yang sudah melakukan pendaftaran secara online, namun terpaksa gagal berkunjung ke Gunung Semeru.
Terkait hal ini, Kepala Sub Bagian Data Evaluasi Pelaporan dan Humas TNBTS, Sarif Hidayat, mengatakan seluruh jadwal pendaki nantinya akan dirubah setelah Gunung Semeru kembali dibuka.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/gunung-semeru-muntahkan-lava-pijar-sabtu.jpg)