Pemkot Surabaya

Surabaya segera Terapkan Parkir Progresif, Pemkot Persiapkan Pengukur Durasi Waktu Parkir 

Paling cepat awal 2021 besok segera diberlakukan parkir progresif di tepi jalan dan tempat-tempat umum tertentu di Surabaya.

Penulis: Nuraini Faiq | Editor: Parmin
surya.co.id/fatimatuz zahro
Kepala Dinas Perhubungan Kota Surabaya Irvan Wahyudrajad dalam sebuah acara. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Paling cepat awal 2021 besok segera diberlakukan parkir progresif di tepi jalan dan tempat-tempat umum tertentu di Surabaya.

Tidak ada lagi pemarkir keenakan memarkir kendaraan mereka berlama-lama karena tarif parkir flat, sama.

"Kami bersama DPRD sudah membahas Raperda Parkir. Saya berharap parkir progresif ini bisa berjalan efektif awal tahun 2021. Alat meter atau durasi waktu parkir itu sudah kita siapkan," kata Kepala Dinas Perhubungan Irvan Wahyu Drajat, Jumat (25/12/2020).

Nantinya semua kendaraan yang parkir di tepi jalan mana pun atau tempat lain yang selama ini dikelola Pemkot akan dikenakan tarif progresif. Termasuk parkir di Balai Kota, Taman Bungkul, atau tempat lain. 

Bukan semata-mata pendapatan, tapi yang utama adalah menekan tingkat kepadatan kendaraan.

Dampak positifnya diharapkan bisa menekan kemacetan. Sebab dengan tarif tinggi akan mengajak pemilik mobil berpikir ulang membawa mobil.

Saat ini, Dishub dan Komisi C DPRD Surabaya sedang membahas rencana pemberlakuan parkir progresif ini.

Termasuk mekanisme, teknis, dan utamanya besaran tarif retribusi untuk tarif parkir progresif. Semua masih diformulasikan.

Rencana pemberlakuan parkir progresif tersebut menindaklanjuti Perda 3/2018 tentang perparkiran.

Irvan menilai selama ini tarif parkir yang berlaku masih belum berdasarkan asas keadilan. 

Pemilik kendaraan yang parkir 10 menit dikenakan tarif sama dengan yang parkir 10 jam. Seharusnya, yang parkir lebih lama dikenakan tarif lebih mahal karena tempat parkir merupakan milik semua warga Kota Surabaya.

Di Surabaya, sudah ada dua titik parkir yang menggunakan parkir meter. Yakni, taman Bungkul dan Balai Kota. Dua tempat tersebut akan dijadikan pilot project untuk menerapkan parkir progresif. 

“Tentu nanti akan ditambah. Utamanya di tepi jalan juga akan berlaku parkir progresif.  Selama ini sudah ada parkir zona yang tarifnya lebih mahal. Pemberlakuan parkir progresif ini masih dicarikan formula yang tepat," tandas Irvan.

Termasuk akan mengadopsi sistem digital. Digitalisasi akan diterapkan untuk parkir progresif.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved