Berita Madiun
PDIP Geram Dua Tugu Pancasila Dirobohkan, Secepatnya Akan Panggil Wali Kota Madiun
keputusan pemkot membongkar monumen atau tugu Pancasila, merupakan tindakan yang menyinggung nilai patriotisme dan kebangsaan
Penulis: Rahadian Bagus | Editor: Deddy Humana
SURYA.CO.ID, MADIUN - Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kota Madiun akan memanggil Wali Kota Madiun, Maidi dan sejumlah anggota DPRD Kota Madiun dari fraksi PDI-P untuk diklarifikasi terkait pembongkaran dua tugu Pancasila di Kota Madiun.
Untuk diketahui, dua tugu Pancasila yang berada di Pertigaan Njoyo atau Jalan Imam Bonjol, dan pertigaan Jalan Biliton, dirobohkan.
Dan diganti dengan tugu patung pendekar oleh Pemkot Madiun.
"Dalam waktu dekat, kami akan memangil pak wali dan dari legislatif, untuk kami klarifikasi," kata Ketua DPC PDIP Kota Madiun, Anton Kusumo, saat ditemui di kantornya, Senin (21/12/2020) siang.
Ia menuturkan, pemanggilan tersebut merupakan bentuk evaluasi, karena Wali Kota Madiun (Maidi) merupakan petugas partai karena diusung PDIP, satu paket dengan Wakil Wali Kota, Inda Raya.
Selain wali kota, pihaknya juga akan memanggil sejumlah kader PDIP yang duduk di dewan.
Anton juga menyayangkan sejumlah anggota legislatif dari PDIP yang duduk di dewan, karena membiarkan pembongkaran tersebut.
"Sebab dalam setiap rencana pembangunan, legislatif diajak eksekutif untuk membahas bersama-sama.
teman-teman dewan lebih paham, termasuk yang dari partai kami," sesalnya.
Diberitakan sebelumnya, DPC PDIPerjuangan Kota Madiun menyesalkan pembongkaran dua tugu Pancasila oleh Pemkot Madiun.
Menurut mereka, keputusan pemkot membongkar monumen atau tugu Pancasila, merupakan tindakan yang menyinggung nilai patriotisme dan kebangsaan.
Ia menuturkan, saat ini situasi negara sedang menghadapi ancaman radikalisme.
Seharusnya, kata Anton, sikap nasionalisme yang menjunjung nilai Pancasila ditempatkan pada posisi utama.
"Kami sebagai kader dan pengurus PDIP yang memegang teguh ideologi Pancasila.
Kami mendesak pemkot mendirikan kembali tugu atau monumen Pancasila bernilai patriotik, serta monumen atau patung tokoh kemerdekaan di lokasi yang sesuai dan ditentukan," jelasnya.
Anton menambahkan, PDIP Kota Madiun, mendukung kebijakan Pemkot Madiun yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.
Termasukmendukung upaya membranding Kota Madiun sebagai Kota Pendekar.
"Kalau untuk menguatkan Kota Madiun menjadi Kota Pendekar tidak harus begitu juga.
Seharusnya lebih fokus pada penguatan SDM-nya," imbuh Anton. ***
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/pembongkaran-tugu-pancasila-di-kota-madiun.jpg)