Breaking News:

Pilkada Sidoarjo 2020

Update Hasil Pilkada Sidoarjo 2020 Muhdlor-Subandi Masih Unggul, Ini Prestasi Calon Bupati 29 Tahun

Hasil Pilkada Sidoarjo 2020 sementara menurut pilkada2020kpu.go.id, paslon 02 Muhdlor-Subandi masih unggul. Berikut prestasi Calon Bupati ini

surabaya.tribunnews.com/m taufik
Ilustrasi - Udpate Hasil Pilkada Sidoarjo 2020 Muhdlor-Subandi Masih Unggul, Ini Prestasi Calon Bupati 29 Tahun 

“Kami akan bawa UMKM-UMKM masuk ritel modern di seluruh Tanah Air, sehingga ini akan meningkatkan penjualan, yang ujungnya kesejahteraan untuk UMKM,” urainya.

Saling Klaim Kemenangan

Pengurus DPC PKB Sidoarjo saat menggelar konferensi pers terkait hasil penghitungan cepat dalam Pilkada Sidoarjo 2020.
Pengurus DPC PKB Sidoarjo saat menggelar konferensi pers terkait hasil penghitungan cepat dalam Pilkada Sidoarjo 2020. (surya.co.id/m taufik)

Hasil quick count atau hitung cepat yang dilakukan DPC PKB Sidoarjo, hingga pukul 19.40 WIB, Rabu (9/12/2020) terhitung sudah ada 93 persen suara yang masuk.

Hasilnya, pasangan yang diusung PKB Ahmad Muhdlor – Subandi unggul dengan perolehan suara sebanyak 41,57 persen.

Hal ini disampaikan Wakil Ketua DPC PKB Sidoarjo Anik Maslakah kepada puluhan wartawan di Kantor DPC Sidoarjo, Rabu (9/12/2020) malam.

Berdasar perhitungan itu, Muhdlor – Subandi disebut menang dengan selisih sekira 3,99 persen dibanding paslon nomer 1 Bambang Haryo Soekartono (BHS) – Taufiqulbar yang mendapat suara sebanyak 37,58 persen, serta unggul jauh dibanding pasangan Kelana Aprilianto – Dwi Astutik yang mendapat suara 20,85 persen.

“Artinya, paslon nomer dua unggul dibanding paslon lain,” kata politisi perempuan yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Jawa Timur tersebut.

Ditanya terkait potensi adanya gugatan, Anik menyebut karena ada selisih sampai 3,99 persen sehingga potensi itu kecil.

Karena berdasarkan UU nomor 10 2016 pasal 185 menyebut gugatan hanya bisa dilakukan bila ada selisih di bawah 2 persen

“Namun demikian, kita harus tetap menunggu hasil perhitungan KPU. Dan sebagai warga negara yang baik, tentu kita harus bersama-sama menjaga kondusifitas Sidoarjo yang sejauh ini sudah sangat bagus,” lanjutnya.

Dalam kesempatan ini, Anik juga berharap semoga Paslon nomor urut 2 dapat melaksanakan amanah sebaik-baiknya sehingga membawa Sidoarjo lebih maju lagi, setelah terpilih menjadi Bupati dan Wakil Bupati Sidoarjo.

Pihaknya juga mengaku bersyukur, proses pemungutan suara dalam Pilkada Sidoarjo berjalan lancar, baik, aman, dan demokratis.

Serta semua prosesnya tetap dengan protokol kesehatan yang baik karena Pilkada digelar di tengah pandemi covid-19.

Usai pengumuman kemenangan, sejumlah pengurus DPC PKB Sidoarjo juga menggelar tasyakuran dengan memotong tumpeng di kantor. Sebelum tumpengan, mereka juga bersama-sama menggelar sujud syukur di aula Kantor DPC PKB Sidoarjo.

BHS-Taufiqulbar Klaim Menang

Paslon BHS – Taufiq bersama tim dan partai pengusung seusai membeber hasil perhitungan di Posko Pemenangan, Rabu malam (9/12/2020).
Paslon BHS – Taufiq bersama tim dan partai pengusung seusai membeber hasil perhitungan di Posko Pemenangan, Rabu malam (9/12/2020). (surya.co.id/m taufik)

Paslon nomer 1 BHS - Taufiq saat tampil dalam debat terbuka Pilkada Sidoarjo, Selasa malam (1/12/2020). (surya.co.id/m taufik)

Di bagian l4ain, tim pemenangan pasangan calon (paslon) Bambang Haryo Soekartono (BHS) – Taufiqulbar member data hasil perhitungan internalnya.

Data di Posko Pemenangan BHS – Taufiq menyebut, paslon nomer 1 lebih unggul dibanding dua calon lainnya.

Ketua Tim Pemenangan BHS – Taufiq, Cahyo Hardjo Prakoso kepada wartawan mengungkapkan bahwa ada dua metode penghitungan yang dilakukan timnya dalam pilkada ini.

“Metode penghitungan kami, melalui C1 yang disampaikan oleh semua saksi di masing-masing TPS, dan data yang diimput lewat aplikasi oleh teman-teman saksi yang bertugas di semua TPS. Makanya, kalau teman-teman lihat di layar ini, ada dua data berbeda angkanya,” ujar Cahyo, Rabu (9/12/2020) malam.

Ya, dalam layar yang ada di posko pemenangan BHS – Taufiq memang ada dua data yang terpampang. Memang berbeda, tapi jika diperhatikan secara seksama, perbedaan itu juga tidak terlalu jauh.

Terkadang terpampang data perolehan suara 41,02 persen untuk BHS - Taufiq, 37,78 untuk Muhdlor – Subandi, dan 21,20 untuk Kelana Aprilianto – Dwi Astutik.

Satunya terpampang data 40,91 persen untuk BHS - Taufiq, 37,86 untuk Muhdlor – Subandi, dan 21,24 untuk Kelana Aprilianto – Dwi Astutik.

“Artinya, dua data itu sama-sama menunjukkan bahwa BHS – Taufiq unggul dalam Pilkada Sidoarjo. Kami sengaja punya dua metode penghitungan untuk mendapatkan data yang valid. Dan semoga, data ini sama dengan hasil perhitungan dari KPU Sidoarjo,” urainya.

Selanjutnya, Cahyo mengaku pihaknya tetap akan menunggu proses perhitungan di KPU Sidoarjo.

Selain itu, bersama semua partai pengusung dan para relawan untuk mengawal proses penghitungan ini.

Hal serupa disampaikan Warih Andono, Ketua Partai Golkar Sidoarjo.

Bahkan, mewakili semua partai pengusung, Warih menyampaikan selamat kepada BHS dan Taufiq sudah terpilih menjadi Bupati dan Wakil Bupati Sidoarjo.

Warih juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua partai pengusung, tim, relawan, dan semua masyarakat yang telah mensukseskan pelaksanaan PIlkada Sidoarjo 2020.

Penulis: Pipit Maulidiya
Editor: Adrianus Adhi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved