Kamis, 7 Mei 2026

Lifestyle

Alasan Sunat (Khitan) dengan Teknik Electrical Cauter Tidak Dianjurkan

Pemilik Rumah Sunat dr Mahdian, dr Mahdian Nur Nasution, SpBS, tidak menyarankan sunat dengan teknik electrical cauter.

Tayang:
Penulis: Yoni | Editor: Parmin
Foto: rumah khitan dr mahdian
Ilustrasi sunat (khitan). 

Intinya, ia tidak merekomendasikan metode sunat laser seperti ini dengan alasan resiko kepala penis terpotong, resiko luka bakar karena elemen cauter, hahitan atau bentuk bisa miring, dan resiko pendarahan.

Resiko-resiko ini dapat menyebabkan hasil kurang estetis, sehingga kemungkinan besar akan membuat malu anak seumur hidup.

Dokter Mahdian paling merekomendasikan metode modern, yaitu Mahdian Klem yang lebih sedikit risiko dan hanya membutuhkan waktu singkat.

Pada metode operasi ini, waktu yang dibutuhkan hanya lima menit dan pasien bisa kembali beraktivitas dalam waktu satu hari.

Mahdian Klem adalah satu-satunya klem produksi anak bangsa negeri sendiri.

Hebatnya, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) bahkan telah merekomendasi metode ini.

Alasannya, karena memperkecil risiko terjadinya infeksi silang yaitu infeksi karena pemakaian alat yang sama pada satu pasien ke pasien lain, mengingat teknik ini hanya sekali pakai.

"Teknik ini aman untuk segala usia, apalagi untuk bayi yang suka mengompol. Tak ada larangan untuk tak boleh kena air setelah itu," tambahnya.

Menggunakan Mahdian Klem juga lebih mudah bagi operator (dokter, perawat), tidak memerlukan rotasi saat pemasangan tabung dan penjepit klem sehingga posisi penis tidak miring setelah pelepasan tabung, secara kosmetik lebih baik.

Dokter  Mahdian Nur Nasution melanjutkan, pemahaman tentang sunat laser perlu diluruskan.

Banyak orang mengira sunat laser berarti menggunakan sinar laser, tapi faktanya tidak.

Istilah sunat laser ini sebenarnya keliru, tidak menggunakan sinar laser melainkan alat yang dinamakan electric cauter.

Electric cauter ini berupa lempengan logam yang dipanaskan. Jika dialiri dengan listrik, lanjutnya, ujung logam akan menjadi panas dan berwarna merah, sehingga dapat digunakan untuk memotong kulup.

Namun, berhubung metode sunat laser ini lempengan logam yang dipanaskan, jika salah penggunaannya, maka dapat berisiko menimbulkan luka bakar.

Dokter Mahdian lalu mengingat kisah bocah Pekalongan yang kepala kelaminnya ikut terpotong setelah disunat dengan menggunakan teknik itu.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved