Kamis, 16 April 2026

Lifestyle

Alasan Sunat (Khitan) dengan Teknik Electrical Cauter Tidak Dianjurkan

Pemilik Rumah Sunat dr Mahdian, dr Mahdian Nur Nasution, SpBS, tidak menyarankan sunat dengan teknik electrical cauter.

Penulis: Yoni | Editor: Parmin
Foto: rumah khitan dr mahdian
Ilustrasi sunat (khitan). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Sunat atau khitan bagi sebagian masyarakat tidak sekedar menjalankan ajaran agama, tapi ada manfaat kesehatan. 

Tujuan dilakukannya khitan adalah untuk menjaga ujung kemaluan agar tidak terkumpul kotoran, dan leluasa untuk buang air kecil.

Karenanya, dengan disunat (khitan) diyakini dapat menurunkan risiko infeksi saluran kemih dan kanker penis, serta membersihkan alat kelamin.

Sunat (khitan) adalah operasi pengangkatan atau pelepasan kulup, kulit yang menutupi ujung penis. 

Ada berbagai metode sunat. Namun, ada baiknya orangtua mencari tahu lebih dulu dalam mengenai teknik sunat dan tenaga medis yang tepat.

Salah satu teknik sunat yang ada adalah electrical cauter atau  teknik sinar laser, padahal sejatinya tidak menggunakan sinar laser.

Pemilik Rumah Sunat dr Mahdian, dr Mahdian Nur Nasution, SpBS, tidak menyarankan sunat dengan teknik electrical cauter.

Menurutnya, teknik ini sangat berbahaya bagi yang disunat. Fatal bisa saja penis terpotong atau amputasi seperti kasus tadi.

"Teknik electrical cauter ini adalah metode yang paling berbahaya. Jadi teknik yang digunakan electrical cauter itu memang alat yang digunakan untuk sunat yang paling berisiko terjadinya amputasi," ujar dr Mahdian Nur Nasution yang spesialis bedah syaraf ini.

Mengapa berbahaya karena logam yang panas ini bisa menyebabkan luka bakar pada bagian kelamin. Sebenarnya, electric cauter adalah alat bedah yang digunakan untuk memotong kulit atau pembuluh darah sehingga pendarahan yang muncul akan minimal.

Hanya saja, alat ini sudah banyak yang dimodifikasikan sedemikian rupa. Ada yang berbentuk lempengan logam yang dipanaskan seperti pemanas air. Karena dimodifikasi itulah teknik ini tidak direkomendasikan.

Karenanya, meski teknik ini lebih cepat, namun tetap disarankan untuk tidak memilih teknik ini.

Kalaupun tetap ingin menggunakan teknik ini harus dipastikan bahwa petugas yang melakukan adalah tenaga medis yang tepat, yang ahlinya, yaitu dokter spesialis bedah.

Namun, umumnya sunat dengan teknik ini sangat jarang dilakukan oleh dokter, melainkan orang yang tidak tepat. Karena itu, masyarakat diminta untuk berhati-hati jika tidak ingin menyesal di kemudian hari.

"Kalau tepat menggunakannya sangat bermanfaat karena sunat jadi cepat, menjahit jadi lebih mudah dan risiko infeksi lebih mudah. Tapi kalau penggunaan salah bisa timbulkan luka bakar. Bukan manfaat yang di dapat. Bukan cepat sembuh. Jadi lebih lama dan merusak jaringan kulit pada penis," tegasnya.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved