Breaking News:

Malang Berbagi

Ajak Peduli Lingkungan, Kampung Terapi Hijau di Kota Malang Banyak Tanam Toga

Kampung Terapi Hijau di RW 03 Kelurahan Sukun, Kecamatan Sukun, Kota Malang kini menjelma menjadi kampung tematik yang terkenal dengan toganya

SURYA.CO.ID
TANAM TOGA - Beragam tanaman toga dan tanaman yang ditanam oleh warga di Kampung Terapi Hijau RW 03, Kelurahan Sukun, Kecamatan Sukun, Kota Malang. 

SURYA.CO.ID, MALANG - Bermula dari kesuksesan menjuarai lomba Kampung Green and Glean pada tahun 2012 silam, Kampung Terapi Hijau yang terletak di RW 03 Kelurahan Sukun, Kecamatan Sukun, Kota Malang kini menjelma menjadi kampung tematik yang terkenal dengan tanaman toganya.

Beragam jenis tanaman toga mulai dari jahe merah, kelor, kunir, temulawak, serai, kunyit dan lain sebagainya terdapat di kampung yang terletak di samping kuburan Sukun tersebut.

Tanaman toga tersebut ditempatkan di depan rumah warga. Hampir seluruh rumah di Kampung Terapi Hijau memiliki beragam jenis tanaman obat maupun sayuran yang menggunakan teknik urban farming karena keterbatasan lahan.

"Secara konsisten kami terus membudidayakan tanaman sampai saat ini," ucap Ketua RW O3 Kelurahan Sukun M Djainul Arifin saat ditemui SURYA, Kamis (26/11/2020).

Dalam merawat tanaman toga, Djainul membentuk tim khusus yang terdiri dari ketua RT setempat, kader lingkungan dan ibu PKK.

Tim bertugas mengedukasi warga untuk bercocok tanam di lingkungannya hingga menjadi sebuah kebiasaan yang tercipta sampai tahun 2020 ini.

"Konsistensi itu yang kami tekankan sejak awal. Jadi jangan lomba saja. Tapi setiap hari kita harus peduli dengan lingkungan kita," ucap pria yang juga ketua Kader Lingkungan Kota Malang itu.

Beragam olahan dari tanaman toga di RW 03 Kelurahan Sukun mulai dikembangkan oleh warga dan Pokdarwis di RW 03. Mulai dari jamu tradisional, obat kesehatan dari kelor yang berbentuk kapsul, maupun beragam makanan dan minuman olahan.

"Jadi manfaat yang kami hasilkan cukup banyak. Warga kami pun kami persilahkan mengambil. Tapi syaratnya ya jangan banyak-banyak dan kalau bisa turut menanam dan merawat tanaman toga," ucapnya.

Butuh Sarana Edukasi

Halaman
123
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved