Apotek Online Lifepack
LIFEPACK: Mengenal Autism Spectrum Disorder, Simak Gejala Autisme dan Pengobatannya
LIFEPACK: Simak informasi tentang Autism Spectrum Disorder (ASD) atau autisme, beserta gejala dan pengobatannya.
Penulis: Alif Nur Fitri Pratiwi | Editor: Musahadah
SURYA.CO.ID - Berikut informasi tentang Autism Spectrum Disorder (ASD) atau autisme, beserta gejala dan pengobatannya.
Melansir Lifepack, autisme adalah gangguan neurologis yang dimulai sejak kecil dan berlangsung sepanjang usia seseorang.
Kondisi ini mempengaruhi bagaimana orang tersebut bertindak dan berinteraksi dengan orang lain, berkomunikasi, dan belajar.
Orang yang menderita ASD dapat mengalami masalah dalam berbicara atau gangguan penglihatan (tidak bisa fokus menatap lawan bicara).
Penderita ASD juga mungkin mengatakan kalimat yang sama berulang-ulang dan sering terlihat memiliki dunianya sendiri.
Menurut Manual Diagnostic and Statistical Mental Disorder (DSM-5), orang dengan ASD umumnya memiliki:
- Kesulitan dalam komunikasi dan interaksi dengan orang lain
- Minat terbatas dan perilaku berulang
Gejala yang melukai kemampuan orang untuk berfungsi dengan baik di sekolah, bekerja, dan bidang kehidupan lainnya
Berikut uraian lengkap gejala ASD dan pengobatannya dilansir dari apotek online Lifepack.
Gejala ASD
ASD dapat menimbulkan gejala yang menjadi tanda bahwa seseorang mengalami ASD. Namun, tidak semua orang dengan ASD menunjukkan gejala yang sama. Gejala-gejala ASD umumnya berupa:
- Perilaku Komunikasi/Interaksi Sosial
- Jarang melakukan kontak mata.
- Cenderung tidak melihat atau mendengarkan lawan bicara.
- Jarang berbagi kesenangan dengan orang lain.
- Gagal atau lambat dalam merespon seseorang yang memanggil nama mereka atau upaya verbal lain untuk mendapatkan perhatian orang dengan ASD.
- Seringkali berbicara panjang lebar tentang subjek favorit tanpa memperhatikan bahwa orang lain tidak tertarik atau tanpa memberi orang lain kesempatan untuk merespon.
- Memiliki ekspresi wajah, gerakan, dan gerakan yang tidak sesuai dengan apa yang mereka katakan.
- Kesulitan memahami sudut pandang orang lain.
- Perilaku Restriktif/Berulang
- Mengulangi perilaku tertentu atau memiliki perilaku yang tidak biasa. Misalnya, mengulang kata atau frasa atau disebut juga echolalia.
- Memiliki minat kuat terhadap topik tertentu, seperti angka, detail, atau fakta.
- Mudah kesall dengan adanya perubahan dalam rutinitas.
- Menjadi lebih atau kurang sensitif dibandingkan orang lain terhadap input sensorik, seperti cahaya, kebisingan, pakaian, atau suhu.
Meskipun orang-orang dengan ASD mengalami beberapa kesulitan dalam berinteraksi atau berkomunikasi, namun mereka mungkin juga memiliki banyak kelebihan,seperti:
- Mampu mempelajari berbagai hal secara rinci dan mengingat informasi untuk jangka waktu yang panjang.
- Menjadi pembelajar visual dan pendengaran yang kuat.
- Unggul dalam matematika, sains, musik, atau seni.
Faktor Risiko ASD
Sampai saat ini belum diketahui penyebab pasti ASD. Namun beberapa penelitian menunjukkan bahwa gen dan faktor lingkungan dapat mempengaruhi perkembangan anak yang mengarah pada ASD.
Terdapat beberapa faktor risiko yang meningkatkan seseorang mengalami ASD, yaitu:
- Memiliki saudara kandung dengan ASD.
- Memiliki orang tua yang perbedaan usianya jauh lebih tua.
- Memiliki kondisi genetik tertentu (kondisi seperti sindrom Down, sindrom X rapuh, dan sindrom Rett).
- Berat saat lahir sangat rendah.
Pengobatan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/autism-spectrum-disorder-atau-autis-dan-autisme.jpg)