Breaking News:

Blak-blakan Irjen Napoleon Bonaparte Soal Rekayasa Kasusnya: Lebih Besar dari Bursa Calon Kapolri

Alasan Irjen Napoleon Bonaparte menyebut kasusnya direkayasa tak cuma terkait bursa calon Kapolri yang baru. 

Youtube Kompas TV
Napoleon Bonaparte blak-blakan menyebut kasusnya direkayasa. Kepentingannya lebih besar dari bursa calon kapolri. 

SURYA.CO.ID, JAKARTA - Inilah blak-blakan Irjen Napoleon Bonaparte soal rekayasa kasusnya yang disebut tak cuma terkait bursa calon Kapolri yang baru. 

Lebih dari itu, Irjen Napoleon Bonaparte menyebut rekayasa kasusnya untuk menutupi tindakan pidana yang terjadi sebelumnya. 

Pernyataan mengejutkan Mantan Kepala Divisi Hubungan Internasional Polri Irjen Napoleon Bonaparte itu diucapkan dalam wawancana eksklusif bersama Aiman Witjaksono yang tayang di Kompas TV, Senin (23/11/2020). 

Awalnya Aiman bertanya tentang tuduhan Napoleon Bonaparte menerima uang Rp 6 miliar dari Djoko Tjandra. 

"Itu tuduhan rekayasa yang dibuat oleh Tommy Sumardi. Tugas dialah yang harus membuktikan apa itu benar. Mari kita lihat di pengadilan, apa buktinya. Kita nanti bisa lihat keganjilan - keganjilan yang dia buat, termasuk fakta - fakta yang akan terungkap.

Baca juga: Profil Dewinta Bahar yang Ngotot Desak Gisella Anastasia Jadi Tersangka Video Syur, Bantah Pansos

Baca juga: Video Viral Pemotor Terabas Jalan Dicor yang Masih Basah di Tulungagung, Dimarahi Enteng Jawabnya

Napoleon pun menyebut ada dalang dalam kasus dirinya.

"Siapa sih orang yang mau mengorbankan dirinya sendiri untuk masuk penjara. Hanya untuk menjatuhkan seorang Napoleon. Padahal dia tidak punya hubungan, (tidak) kenal pribadi dengan saya. Dari situ saja itu sudah tercium. Ia bukan orang yang dirugikan. Pasti kan ada dalangnya. Ada kepentingan yang lebih besar daripada saya."

Napoleon pun merasa sengaja dikorbankan untuk itu. 

"Ya, saya kecewa," katanya. 

Ketika ditanya apakah ini semua terkait bursa calon Kapolri yang baru?

Halaman
1234
Editor: Musahadah
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved