Berita Ekonomi Bisnis
Permintaan Produk Asuransi Kesehatan Meningkat, tapi Setoran Premi Menurun
Pandemi covid 19 mendorong orang untuk lebih paham dengan asuransi. Dan hal itu mendorong peningkatan permintaan mendaftar kepesertaan asuransi.
Penulis: Sri Handi Lestari | Editor: Parmin
SURYA.co.id | SURABAYA - Pandemi covid 19 mendorong orang untuk lebih paham dengan asuransi. Dan hal itu mendorong peningkatan permintaan mendaftar kepesertaan asuransi.
"Namun tingkat setoran premi, selama pandemi ini mengalami penurunan. Sementara klaim mengalami peningkatan," kata Direktur Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan dan Managemen Strategis Kantor Regional IV Otoritas Jasa Keuangan Jawa Timur (OJK Jatim) Mulyanto.
Dia mengungkapkan hal itu dalam diskusi virtual bertema "Upaya Pencegahan & Proteksi Kesehatan Menghadapi Pandemi Covid-19", Rabu (4/11/2020).
Lebih lanjut Mulyanto menyebutkan, fungsi asuransi adalah proteksi apabila terjadi kejadian yang tidak diinginkan seperti kematian, kecelakaan, sakit yang perlu pengobatan dengan jumlah biaya besar tidak ditanggung sendiri.
“Asuransi adalah membeli perlindungan supaya kalau ada risiko ada yang menanggung. Kenapa perlu proteksi, karena kita tidak tahu apa yang akan terjadi. Berjaga-jaga dan caranya memiliki produk asuransi yang sesuai dengan kebutuhan,” jelas Mulyanto.
Kondisi industri asuransi tahun 2020 ini, menurut Mulyanto masih bagus meski diterjang pandemi covid-19.
Dengan kondisi ini kesempatan bagi perusahaan asuransi untuk meningkatkan premi dan nasabah terbuka luas.
“Namun untuk itu, perlu kreasi dengan dibundle dengan produk investasi lain sesuai prosedur," tambahnya.
Mulyanto memberikan tips memilih perusahaan asuransi di antaranya jangan memilih asuransi karena teman, segan saat portofolio asuransi yang ditawarkan.
Melainkan karena kebutuhan proteksi dan cari yang sesuai dengan kondisi keuangan.
"Kalau belum paham, jangan keburu oke meski sudah bayar premi masih ada cooling off, harus ada waktu untuk merenungkan," ungkap Mulyanto.
Mungkin setelah setahun dua tahun bisa di review. Kalau memilih asuransi yang baik ya harus pelajari laporan keuangannya, RBC, bisa juga laba ruginya.
Kalau untung berarti dilakukan secara professional dan mendapatkan hasil.
Data OJK, premi asuransi jiwa Desember 2019 sebesar Rp 179 triliun sementara hingga September 2020 menjadi Rp 115 triliun.
Asuransi umum bulan Desember 2019 sebesar Rp 80 triliun dan hingga September 2020 Rp 47 triliun.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/mandiri-pelayanan-face-to-face-axa-mandiri.jpg)