Telkom-PGN Kolaborasi: Bangun Green Data Center Berbasis Biomethane
Telkom dan PGN berkolaborasi mengintegrasikan infrastruktur digital dengan biomethane untuk mendukung operasional green data center.
Penulis: Sri Handi Lestari | Editor: Cak Sur
Ringkasan Berita:
- Telkom dan PGN menandatangani MoU integrasi infrastruktur digital dengan energi rendah karbon berupa biomethane dari limbah kelapa sawit Sumatra.
- Kolaborasi ini mencakup studi hingga implementasi energi hijau di lima wilayah strategis yaitu Cikarang, Batam, Serpong, Sentul, dan Surabaya.
- Inisiatif ini didukung oleh Danantara Indonesia dan melibatkan kemitraan global dengan Sembcorp untuk memperkuat ekosistem AI-ready green data center.
SURYA.CO.ID, SURABAYA - PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) dan PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) resmi menjalin kolaborasi strategis.
Kedua perusahaan pelat merah ini, menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) untuk mengintegrasikan infrastruktur digital dengan pasokan energi rendah karbon.
Langkah ini merupakan komitmen nyata dalam akselerasi ekosistem digital, melalui pemanfaatan green energy untuk operasional green data center yang berkelanjutan.
Sinergi BUMN untuk Kedaulatan Digital
Direktur Utama Telkom, Dian Siswarini, menegaskan bahwa kolaborasi ini sangat strategis dalam membangun infrastruktur digital nasional yang andal.
"Kolaborasi ini mendukung kesiapan energi bersih untuk pengembangan data center berkelanjutan, sekaligus memperkuat kedaulatan digital Indonesia sebagai regional digital hub," ujar Dian, Selasa (14/4/2026).
Dalam kerja sama ini, PGN berperan menyediakan pasokan biomethane yang berasal dari limbah minyak kelapa sawit di wilayah Sumatra, untuk kebutuhan data center TelkomGroup.
Fokus Pengembangan di Lima Wilayah Strategis
Terdapat lima titik krusial pengembangan data center TelkomGroup yang akan didukung oleh infrastruktur gas PGN, antara lain:
- Cikarang
- Batam
- Serpong
- Sentul
- Surabaya
Direktur Utama PGN, Arief Kurnia Risdianto, menambahkan bahwa biomethane menjadi motor penggerak transformasi bisnis PGN menuju era rendah karbon.
"Inisiatif ini membuka peluang nilai tambah baru, sekaligus mendukung transisi energi nasional sebagai fondasi infrastruktur masa depan," jelas Arief.
Konteks dan Latar Belakang Energi Hijau
Penggunaan biomethane sebagai sumber energi data center, merupakan inovasi penting dalam menekan emisi karbon di sektor teknologi informasi.
Biomethane dipilih, karena memiliki karakteristik emisi yang jauh lebih rendah dibandingkan bahan bakar fosil konvensional dan memanfaatkan limbah industri sawit yang melimpah di Indonesia.
Selain kerja sama domestik, TelkomGroup melalui NeutraDC juga telah menjalin kemitraan global dengan Sembcorp Development Ltd sejak 2025, untuk eksplorasi energi berkelanjutan.
Transformasi Green Technology
Transformasi menuju energi hijau di sektor digital memerlukan dukungan lintas sektor, agar target Net Zero Emission dapat tercapai lebih cepat.
Bagi pelaku industri, mulai mempertimbangkan penggunaan energi terbarukan bukan hanya soal tanggung jawab lingkungan, tetapi juga efisiensi operasional jangka panjang dan daya saing di pasar global.
Telkom Indonesia
PGN
Danantara Indonesia
Dian Siswarini
Arief Kurnia Risdianto
green energy
Biomethane
data center
Meaningful
Multiangle
Surabaya
| Toyota Gazoo Racing Dominasi Kejurnas Sprint Rally 2026, Raih Dua Podium Pertama |
|
|---|
| PSSI Lamongan Cari Bakat Muda yang Unggul: Gelar Turnamen Sepak Bola Pelajar |
|
|---|
| Amankan Masa Tanam II, Pemkab Lamongan Siapkan Strategi Pemanfaatan Air Kali Lamong |
|
|---|
| Gus Salam Gerilya Silaturahmi Jelang Muktamar NU: Ini Ikhtiar Mencari Kepercayaan |
|
|---|
| Nol Kasus PMK di Kabupaten Kediri, Tetap Siagakan Stok Vaksin |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/MOU-Telkom-dan-PGN-1442026.jpg)