Berita Kampus Surabaya
Bucket Mini Bag dari Bungkus Snack Karya Mahasiswa Universitas Ciputra Surabaya
Indyana Sukma menjadi salah satu di antara banyak orang yang berhasil menciptakan bucket bag dari hasil mengolah limbah bungkus snack.
Penulis: Zainal Arif | Editor: Parmin
Kemudian digosok dengan alat setrika dan dipindahkan kebagian lain setelah bagian awal sudah melewati waktu 10 detik.
"Setelah terbentuk hasil, diberi warna menggunakan pewarna cat besi atau cat semprot pylox untuk metal," terangnya.
Selama proses pembuatan, Indy mengaku kesulitan saat melakukan proses setrika.
"Kan itu harus 10 detik dan tidak digosok supaya dapat motif seperti kulit buaya dengan tekstur timbul, tapi kalau tidak 10 detik hasilnya akan berbeda," ungkapnya.
Hasil karya tas Indy ini bersifat ringan dan tahan air sehingga tidak perlu khawatir basah (karena ada beberapa bagian menggunakan PVC bening) dan tidak mudah kotor.
"Tas ini cocok digunakan untuk menyimpan card holder, handphone, lipcream, bedak, pokonya barang-barang essential perempuan yang digunakan saat pergi ke mall atau ke acara informal," ungkapnya.
Kedepan Indy ingin mencoba aplikasi daur ulang bungkus atau sachet ini pada aksesoris alas kaki seperti boots dan sneakers.
Menurutnya, material ini terbukti kuat dan tahan air serta dikombinasikan dengan PVC agar terkesan modern.
"Sebenarnya saya ingin mencoba menggunakan bahan daur ulang alfoil membuat sepatu sneakers, sayangnya waktu dan situasi saat ini tidak mendukung karena pandemi Covid-19," pungkasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/bungkus-snack-indyana-sukma-dan-tas-crolaxy-crocodile-dan-galaxy-karyanya.jpg)