Berita Kampus Surabaya
Bucket Mini Bag dari Bungkus Snack Karya Mahasiswa Universitas Ciputra Surabaya
Indyana Sukma menjadi salah satu di antara banyak orang yang berhasil menciptakan bucket bag dari hasil mengolah limbah bungkus snack.
Penulis: Zainal Arif | Editor: Parmin
SURYA.co.id | SURABAYA - Melestarikan lingkungan dengan mendaur ulang limbah menjadi sesuatu positif.
Indyana Sukma menjadi salah satu di antara banyak orang yang berhasil menciptakan bucket bag dari hasil mengolah limbah bungkus snack.
"Kesadaran manusia yang lambat membuat sampah ini terlanjur banyak menumpuk, hal ini menyadarkan saya untuk turut andil dalam upaya pelestarian lingkungan," kata Indy kepada SURYA.co.id, Kamis (5/11/2020).
Mahasiswi Jurusan Fashion Product Design and Business Universitas Ciputra Surabaya ini mengikuti tren dengan membuat bucket mini bag.
Mini bag ini digemari anak muda menggunakan tekstur menyerupai kulit buaya dan pewarnaan unik.
Tas ini ia beri nama Crolaxy diambil dari kata Crocodile dan Galaxy. Crocodile karena tekstur dan pattern tas buatan Indy ini menyerupai kulit buaya.
Sementara laxy diambil dari Galaxy karena Indy mendesain tas yang memiliki warna menyerupai langit malam yang berbintang.
"Kalau detailnya kelihatan gak cuma biru tapi ada bintik bintik silver seperti bintang," ujarnya.
Hasil itu ia dapatkan setelah melakukan beberapa kali eksperimen. Indy menemukan beberapa bungkus snack ternyata tak bisa diolah dikarenakan hanya mengandung sedikit foil dan lebih banyak terbuat dari bahan plastik (kandungan aluminium dalam bungkus snack sedikit).
"Ternyata ada beberapa jenis bungkus snack yang tidak dapat diolah menjadi material pengganti kulit hewan karena sifatnya tipis dan mudah berkerut, bahkan meleleh jika terkena panas," katanya.
Perempuan kelahiran Denpasar, 27 Februari 1999 ini menggunakan bungkus snack berjenis tebal karena cenderung memiliki bagian aluminium berkilau.
Selain itu dapat mempertahankan bentuk serta memberikan tekstur kerut - kerut sehingga menjadi motif yang diinginkan.
Dalam proses pembuatannya, Indy mencuci bungkus snack terlebih dahulu dengan menggunakan sabun pembersih, lalu bagian penyatu bungkus digunting sehingga menghasilkan lembaran alfoil.
Setelah itu dilipat menjadi dua bagian kemudian diletakkan dalam lapisan kertas coklat sebagai pembatas antara panas setrika dengan foil.
Disetrika menggunakan suhu maksimal dengan cara didiamkan selama 10 detik tepat (tidak bisa kurang dan lebih karena akan berpengaruh terhadap bentuk motif yang dihasilkan).\
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/bungkus-snack-indyana-sukma-dan-tas-crolaxy-crocodile-dan-galaxy-karyanya.jpg)