Berita Banyuwangi
Ingin Produknya Dikenal Lebih Luas, Warga Desa Gitik Banyuwangi Bikin Pasar Tahu Tradisional
Para pengrajin tahu di wilayah Desa Gitik, Kecamatan Rogojampi, Kabupaten Banyuwangi ini masih mempertahankan proses pembuatan yang masih tradisional
Penulis: Haorrahman | Editor: Cak Sur
SURYA.CO.ID, BANYUWANGI - Banyak cara ditempuh untuk memasarkan produk unggulan secara kreatif. Seperti yang dilakukan warga Desa Gitik, Kecamatan Rogojampi, Kabupaten Banyuwangi ini. Dikenal sebagai wilayah penghasil tahu, mereka membuat pasar kuliner tahu.
Kepala Desa Gitik, Hamzah mengatakan pasar ini dibuat atas inisiatif warga.
Mereka mengaku ingin produk tahu buatan mereka dikenal lebih luas oleh warga karena kekhasannya.
Maklum saja, tahu di daerahnya memiliki rasa yang khas. Para pengrajin tahu di wilayahnya masih mempertahankan proses pembuatan yang masih tradisional, yakni menggunakan kayu sebagai bahan bakarnya.
“Tahu Gitik ini sangat khas, bertekstur kering tapi lembut di dalam. Selain itu, bahannya juga alami tanpa pengawet dan masih tradisional. Patut dicoba,” promosi Hamzah, Senin (5/10/2020).
Dengan kekhasan ini, Hamzah mengaku warga ingin agar tahu buatan mereka ini dikenal lebih luas. Mereka lalu terpikir untuk membuat pasar kuliner tematik dengan tahu sebagai menu utama.
"Bersama-sama berinisitif membuat pasar kuliner. Melengkapi pasar-pasar kuliner Banyuwangi yang telah ada sebelumnya. Alhamdulillah, selain upaya untuk mengenalkan tahu, kami berharap bisa menggerakkan ekonomi warga desa di sini," katanya.
Pasar kuliner tersebut menyuguhkan berbagai makanan olahan berbahan dasar tahu produksi warga desa setempat. Seperti tahu goreng, tahu walik, juga ada tahu bayam.
Pengunjung bisa menikmati olahan beragam tahu dengan nikmat, maklum saja karena disajikan dengan fresh. Pasar kuliner ini juga menyajikan makanan tradisional khas Banyuwangi lainnya.
Hamzah menambahkan, pasar yang telah berdiri sejak awal 2019 itu sempat tutup beberapa bulan karena adanya pandemi korona.
Kini, Kampung Tahu dibuka kembali dengan menerapkan protokol kesehatan yang telah ditetapkan oleh pemerintah.
"Saat ini, Festival Kampung Tahu ini dibuka satu bulan sekali. Jadwalnya setiap Sabtu sore di awal pekan bulan," kata Hamzah.
Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas mengaku sangat mengapresiasi upaya warga setempat untuk meningkatkan ekonomi lokal secara kreatif.
"Festival kerakyatan seperti ini harus diapresiasi. Selain menggerakkan ekonomi rakyat, kegiatan seperti ini juga dapat meningkatkan kreativitas generasi muda," puji Anas.
Namun, Anas tetap meminta pengelola dan warga untuk tetap mengedepankan protokol kesehatan dalam pelaksanaannya. Mulai dari memastikan semua yang ada di area harus mengenakan masker, menyediakan tempat cuci tangan, maupun pengaturan jarak bisa dilakukan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/bupati-anas-mengunjungi-pasar-tahu-tradisional-di-desa-gitik.jpg)