Apotek Online Lifepack
Lifepack: Mengenal Penyakit Hepatitis B, Perhatikan Gejala dan Cara Mencegahnya
Mengenal penyakit hepatitis B yang disebabkan oleh virus yang menyerang organ hati. Simak gejala hingga cara mencegah penularannya.
Penulis: Alif Nur Fitri Pratiwi | Editor: Adrianus Adhi
Tubuh akan mengeluarkan kekebalan tubuh untuk membuat virus virus di dalam tubuh hilang atau mati. Namun pada beberapa kasus gejala dapat berlangsung hingga enam bulan.
Hepatitis B Kronis
Pada Hepatitis B kronis infeksi terjadi dengan durasi waktu yang lebih lama. Biasanya infeksi Hepatitis B kronis terjadi akibat tubuh yang tidak mampu melawan virus.
Penularan Virus
Virus hepatitis B dapat menyebar dengan berbagai cara, antara lain:
- Bayi yang lahir dari ibu yang terinfeksi hepatitis B
- Pernah berhubungan seksual dengan penderita hepatitis B
- Memiliki lebih dari satu pasangan seks dalam 6 bulan terakhir
- Penggunaan jarum suntik bersama dengan orang lain seperti jarum untuk pembuatan tato
- Transplantasi organ
- Bekerja di bidang kesehatan di mana dapat terjadi kontak dengan darah, jarum, atau cairan tubuh orang lain yang terinfeksi di tempat kerja
- Tinggal atau bepergian ke daerah endemis hepatitis B
- Sedang menjalani pengobatan yang melemahkan sistem kekebalan tubuh (kemoterapi dan penggunaan obat steroid)
- Melakukan transfusi darah
Gejala Hepatitis B
Umumnya gejala Hepatitis B akut akan muncul dalam waktu 2 hingga 5 bulan setelah orang tersebut terinfeksi virus hepatitis B. Gejala-gejala yang mungkin timbul dapat berupa:
- Merasa lelah tanpa alasan yang jelas
- Demam
- Urin berwarna kuning gelap
- Feses berwarna abu-abu gelap
- Nyeri sendi
- Kehilangan selera makan
- Mual atau muntah
- Sakit perut
- Mata dan kulit berwarna kekuningan
- Komplikasi Hepatitis B
Meski bisa sembuh, ternyata Hepatitis B dapat menimbulkan beberapa komplikasi jika parah. Beberapa komplikasi yang timbul akibat hepatitis-b antara lain adalah sirosis hati, gagal hati, dan kanker hati.
Komplikasi akibat Hepatitis B dapat dicegah jika gejala dapat dikenali dengan cepat dan anda segera memeriksakan diri ke pelayanan kesehatan untuk mendapatkan penanganan.
Diagnosis Hepatitis B
Mendiagnosis hepatitis biasanya dokter akan menanyakan gejala dan memeriksa tanda-tanda fisik.
Jika tanda-tanda fisik dan gejala yang dirasakan pasien menandakan atau mengindikasikan pasien terinfeksi hepatitis B, maka akan dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.
Biasanya pemeriksaan lebih lanjut akan dilakukan dengan tes darah atau pengambilan darah untuk mendeteksi keberadaan virus hepatitis B.
Kemudian dokter akan memeriksa fungsi hati, dan memastikan apakah hepatitis B yang diderita pasien bersifat akut atau kronis.
Dokter juga akan melakukan tes pencitraan seperti USG untuk memeriksa organ hati. Pada kasus tertentu biopsi juga dapat dilakukan untuk memeriksa keparahan dari kerusakan organ hati yang terjadi akibat hepatitis B.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/ilustrasi-hepatitis-b.jpg)