Selasa, 21 April 2026

Pilkada 2020

Pilbup Gresik 2020, Ratusan Nelayan Ujungpangkah Beri Dukungan untuk Gus Yani-Bu Min

Mereka berharap Gus Yani-Bu Min mampu membuat perubahan dengan berpihak kepada para nelayan tradisional.

Penulis: Willy Abraham | Editor: Titis Jati Permata
surya.co.id/willy abraham
Gus Yani (tengah) saat berbincang dengan nelayan di Muara Bengawan Solo, Desa Pangkahwetan, Kecamatan Ujungpangkah, Kabupaten Gresik, Selasa (29/9/2020). 

SURYA.CO,ID, GRESIK - Ratusan nelayan Muara Bengawan Solo Desa Pangkah Wetan, Kecamatan Ujungpangkah, Kabupaten Gresik merapatkan barisan mendukung Paslon Cabup dan Cawabup Gresik, Fandi Akhmad Yani-Aminatun Habibah (Niat).

Mereka berharap Gus Yani-Bu Min mampu membuat perubahan dengan berpihak kepada para nelayan tradisional.

Sebab, selama ini tidak ada perlindungan hukum yang jelas untuk mereka, terutama penggunaan alat tangkap di wilayah perairan Gresik.

Ketua Rukun Nelayan Muara Solo, Khusnul Arifin menyebut, masih banyak nelayan luar daerah yang masuk wilayah Gresik menggunakan alat tangkap jaring trawl.
Tak hanya hanya merusak laut, tetapi berpotensi mematikan mata pencarian nelayan tradisional.

Keberadaan jaring trawl kerap menimbulkan konflik dengan nelayan tradisional asal Ujungpangkah, khususnya Pangkah Wetan.

"Tahun 2017 lalu terjadi konflik besar antara nelayan jaring trawl dengan nelayan tradisional sini," ujar Khusnul Arifin.

Oleh sebab itu, Gus Yani-Bu Min jika terpilih menjadi Bupati dan Wakil Bupati Gresik, harus membuat aturan tegas.

"Kami minta ke Gus Yani harus ada Perda tentang aturan larangan jaring trawl di wilayah Gresik," harapnya.

Pihaknya mengaku tidak pernah melarang nelayan mencari ikan di laut. Karena sama-sama mencari nafkah untuk keluarga.

"Tapi kami melarang alat tangkapnya (trawl, Red)," imbuhnya.

Selain persoalan trawl, dangkalnya muara Bengawan Solo juga menjadi sorotan.
Saat air surut, banyak nelayan yang tidak bisa melaut. "Kami juga ingin ini ada solusi," ungkapnya.

Kemudian, masalah jalur perdagangan nelayan dan pedagang luar yang mengalami kerusakan.

Tahun 2018 lalu sempat mengalami abrasi, jalannya ambles hingga kedalaman 3 meter.

Kerusakan itu sudah diajukan kepada Pemkab Gresik, namun tak kunjung ada jawaban sampai sekarang.

"Warga memperbaiki sendiri secara swadaya dan dibantu perusahaan," katanya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved