Berita Lamongan

Lamongan Kini Miliki TPST, Mampu Kelolah 50 Ton Sampah per Hari

Sarana TPST ini dilengkapi dengan fasilitas Waste Education Development Center (WEDC) yang dibangun oleh PT Danone dan Pemerintah Kabupaten Lamongan

Penulis: Hanif Manshuri | Editor: Cak Sur
SURYA.CO.ID/Hanif Manshuri
Bupati Lamongan, Fadeli saat meninjau TPST Tambakrigadung berlokasi di Kelurahan Banjarmendalan, Kecamatan Lamongan, Jumat (25/9/2020). 

SURYA.CO.ID, LAMONGAN - Lamongan saat ini sudah memiliki Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) yang mampu mengolah sampah hingga 50 ton per hari.

Sarana TPST ini dilengkapi dengan fasilitas Waste Education Development Center (WEDC) yang dibangun oleh PT Danone dan Pemerintah Kabupaten Lamongan, yakni TPST Tambakrigadung berlokasi di Kelurahan Banjarmendalan, Kecamatan Lamongan.

TPST yang berdiri sejak tahun 2019 dengan luas 5500 m2 dan telah melalui mas uji coba sejak bulan Mei 2020 tersebut, mulai beroperasi pada Jumat (25/9/2020) ini.

Operasional TPST ditandai dengan pemotongan tumpeng oleh Bupati Lamongan, Fadeli di TPST Tambakrigadung.

Dalam sambutannya Fadeli mengatakan, jumlah TPS (Tempat Pembuangan Sampah) di Indonesia saat ini sudah banyak, namun TPST Tambakrigadung tersebut merupakan satu-satunya yang sudah berjalan dengan baik.

“Harus dimaksimalkan fasilitas yang sudah ada dan terus mensosialisasikan kebersihan lingkungan kepada seluruh masyarakat di wilayah Lamongan. Diharapkan, ke depannya Lamongan mampu menjadi kota zero sampah,” pinta Fadeli.

Fadeli menambahkan, Lamongan sudah 14 tahun menjadi Kota Adipura, berhasil dalam kebersihan serta pengelolaan lingkungan perkotaan.

“Kita tidak boleh berhenti sampai di sini, kita harus tetap semangat menjaga kebersihan lingkungan di Lamongan,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Lamongan, Anang Taufik menjelaskan, inovasi TPST dimaksudkan untuk memenuhi program Jakstranas (Kebijakan dan Strategi Nasional) dan Jakstrada (Kebijakan dan Strategi Daerah).

“TPST diharapkan mampu turut menyukseskan program Jakstranas dengan target pengelolaan sampah 100 persen terkelola dengan baik dan benar pada tahun 2025 (Indonesia Bersih Tanpa Sampah), yang diukur melalui pengurangan sampah sebesar 30 persen serta penanganan sampah sebesar 70 persen,” ungkapnya.

Lebih lanjut Anang mengatakan, Berdasarkan data yang diperoleh dari Dinas Lingkungan Hidup, jumlah timbulan sampah seluruh Kabupaten Lamongan adalah 393.18 ton per hari. Dengan rincian, 36.68 ton per hari untuk wilayah administrasi perkotaan dan 356.50 ton per hari untuk wilayah non-kota di seluruh Kabupaten Lamongan. Jumlah sampah yang dilakukan penanganan di TPA adalah 55 ton per hari.

Kapasitas operasional TPST tersebut mampu mengolah sampah hingga 50 ton per hari. Kondisi eksisting yang terolah di TPST saat ini rata-rata mencapai 15 ton/hari dengan kapasitas sampah yang terdaur ulang rata-rata mencapai 17 persen dari total timbulan sampah. Dengan demikian, jumlah sampah terkurangi mencapai 60-70 persen dari total timbulan sampah terolah, sehingga hanya 13 persen jumlah residu yag disalurkan dan dikelola TPA.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved