Jasad Pak RT Direbut dari Mulut Buaya yang Menerkamnya, Warga: Tubuh Utuh tapi Sudah Meninggal

Warga rebut jasad Pak RT dari mulut buaya yang menerkamnya. Saksi sempat dengar suara minta tolong. Tubuh utuh tapi sudah meninggal.

Penulis: Alif Nur Fitri Pratiwi | Editor: Musahadah
Ilustrasi via Tribun Jateng dan ist
Kolase: ilustrasi buaya dan warga setempat saat melakukan pencarian jasad Ketua RT bernama Suriansyah (50) di Sungai Cantung 

Pencarian hari kedua masih difokuskan di sekitar lokasi kejadian hilangnya bocah itu.

Dalam pencarian hari kedua, hujan turun dengan intensitas rendah, sementara kecepatan angin berkisar 4-10 knot.

Kemudian tim gabungan mendapatkan informasi adanya temuan buaya tak jauh dari lokasi kejadian.

"Posisi buaya berada pada sisi koordinat 3° 4.8' S - 126° 27.3' E atau 150 Meter dari LKP," jelas dia.

Dikutip dari Antara, Kepala Desa Waimangit meminta kepolisian untuk mengeksekusi buaya tersebut karena diduga memakan orang.

"Kepala desa meminta personel Dit Polairud untuk mengeksekusi reptil yang dicurigai telah menelan korban," ujar Kepala Bidang Humas Polda Maluku, Komisaris Besar Polisi Muhammad Roem Ohoirat di Ambon.

Tim Dit Polairud Polda Maluku kemudian tiba di lokasi dan menembak buaya tersebut dengan senapan serbu SS1 V5 berkaliber 5,56 mm.

Menurut Ohoirat, polisi menembak predator itu sebanyak lima kali hingga mati.

Buaya kemudian dievakuasi tim menuju ke dekat pemukiman warga.

Membuktikan kecurigaan warga, tim lalu merobek perut buaya untuk melihat apa yang baru saja dia makan.

Ternyata benar jasad korban ditemukan dengan kondisi tanpa kepala di perut buaya.

Jenazah kemudian dibawa ke rumah duka dan segera dilakukan pemakaman oleh keluarga.

Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved