Jasad Pak RT Direbut dari Mulut Buaya yang Menerkamnya, Warga: Tubuh Utuh tapi Sudah Meninggal

Warga rebut jasad Pak RT dari mulut buaya yang menerkamnya. Saksi sempat dengar suara minta tolong. Tubuh utuh tapi sudah meninggal.

Penulis: Alif Nur Fitri Pratiwi | Editor: Musahadah
Ilustrasi via Tribun Jateng dan ist
Kolase: ilustrasi buaya dan warga setempat saat melakukan pencarian jasad Ketua RT bernama Suriansyah (50) di Sungai Cantung 

Namun, lanjut dia, upaya pencarian ini tidak bisa maksimal karena suasana gelap dan terkendala peralatan.

"Peralatan saat melakukan pencarian hanya menggunakan senter kecil," ujar Juhaini.

Menurut Juhaini, untuk mengoptimalkan pencarian korban, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Pos SAR Kotabaru.

Sebelumnya dilaporkan, Suriansyah yang dikabarkan hilang di sungai, diduga kuat diterkam buaya.

Korban sebelumnya sempat mandi dan mencuci di sungai persis di belakang rumahnya.

Berdasarkan keterangan saksi, saat diterkam korban sempat berteriak meminta tolong dan didengar tetangga sebelah rumah.

Namun kejadian begitu cepat, sehingga korban tidak sempat terselamatkan.

Kasus Serupa: Buaya Terkam Bocah 7 Tahun, Jasad Ditemukan di Perut Tanpa Kepala

Kasus serupa juga pernah terjadi di kawasan pantai Desa Waimangit, Kecamatan Air Buaya, Kabupaten Buru, Maluku.

Seekor buaya terkam bocah usia 7 tahun hingga tewas. Ironisnya, ketika buaya itu ditembak mati dan perutnya dibuka, ditemukan jasad tanpa kepala milik bocah.

Basarnas dan Polairud turun langsung dalam penembakan buaya itu setelah dicurigai telah memangsa tubuh bocah.

Peristiwa itu bermulai saat bocah laki-laki dilaporkan hilang pada Rabu (8/4/2020) pukul 11.00 WIB saat bermain di pantai Desa Waimangit.

Setelah mendapat laporan dari keluarga terkait hilangnya bocah berinisial JH itu, tim gabungan Basarnas dan kepolisian bergerak melakukan pencarian.

Tim melakukan pencarian dengan menggunakan Rubber Boat dan dibantu dua unit longboat milik warga setempat.

"Kemarin nihil dan pagi ini kembali dilanjutkan pencarian disekitar lokasi diduga hilang atau hanyut," kata Kepala Basarnas Ambon, Muslimin seperti dikutip dari TribunAmbon.com (grup SURYA.co.id), Kamis malam (9/4/2020).

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved