Jumat, 15 Mei 2026

Berita Surabaya

Mulai Hari Ini, Seluruh Tenaga Pendidik di se-Surabaya Diminta Bekerja dari Rumah

Mulai hari Selasa (18/8/2020) ini, tenaga kependidikan di bawah lingkungan Dindik Surabaya diminta bekerja dari rumah atau Work From Home (WFH).

Tayang:
Penulis: Sulvi Sofiana | Editor: Cak Sur
Pemkot Surabaya
Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini bersama Kepala Dinas Pendidikan Surabaya, Supomo beberapa waktu lalu 

"Kemudian pihak sekolah juga bisa memanfaatkan kesempatan ini untuk mensterilkan lingkungan sekolah dengan menyemprotkan disinfektan," ucapnya.

Di sisi lain, guru-guru hasil tracing diwajibkan untuk dites swab langsung.

Tidak hanya dengan rapid test.

"Harapannya ketika kurva penularan pandemi turun akan lebih siap lagi saat berada di zona kuning untuk pembelajaran tatap muka," tambah Reni.

Ketua PGRI Kota Surabaya, Sumarto menjelaskan, permohonan WFH tersebut diajukan mengingat banyaknya guru serta tenaga pendidik (tendik) di Surabaya yang meninggal karena Covid-19.

Bahkan selama pandemi ini, sudah ada 28 guru dan kepala sekolah yang meninggal diduga karena Covid-19.

"Sejak Pandemi para guru berguguran, memang tidak semua murni karena Covid-19, sebagian juga memang punya penyakit bawaan," ungkap Sumarto usai berdialog dengan Wakil Ketua DPRD, Reni Astuti, Sabtu (15/8/2020).

Ketua PGRI Kota Surabaya, Sumarto dan surat permohonan penerapan Work From Home (WFH) dan Work From Office (WFO) bergantian untuk para guru.
Ketua PGRI Kota Surabaya, Sumarto dan surat permohonan penerapan Work From Home (WFH) dan Work From Office (WFO) bergantian untuk para guru. (SURYA.CO.ID/Sulvi Sofiana)

Oleh sebab itu, pihaknya meminta pemerintah untuk menerapkan kebijakan agar para guru bekerja dari rumah.

Hal ini untuk mencegah adanya klaster baru di lingkungan sekolah.

Karena, Sumarto menilai para guru yang bekerja di kantor kurang disiplin dalam menjalankan protokol kesehatan.

"Satu sekolah guru yang masuk bisa lebih dari 50 orang.

Kalau kebijakan dinas harus selalu masuk dan teman-teman kurang disiplin ya seperti di SDN Ngagel satu, satu yang positif kemudin menyebar ke 11 guru lain," urainya.

Selain itu, ia juga berharap agar semua guru baik negeri maupun swasta melakukan rapid test guna mencegah terjadi penularan Covid-19 antar guru.

"Guru yang tidak enak badan sebenarnya harus disuruh istirahat, tapi kadang para guru ini juga tidak jujur, kemudian tetap masuk.

Jadi kami juga meminta kejujurn guru-guru dalam kesehatannya," ungkapnya.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved