Inikah Saingan KKB Papua? Punya Atribut Mirip TNI-Polri, Paulus Waterpauw Beber Modus Rekrut Anggota

Selain KKB Papua, ternyata ada organisasi ilegal lain yang kini mulai eksis di Papua. Punya atribut mirip TNI-Polri, Siapa mereka?

Facebook TPNPB
Ilustrasi KKB Papua 

Menurut dia, mereka merekrut anggota secara sepihak tanpa meminta persetujuan warga.

"Jadi sistemnya mereka begini, warga yang memberi perhatian sama mereka, ikut memberikan sumbangan berupa makanan atau dana, itu langsung mereka catat sebagai bagian pengikut, itu modusnya," kata dia.

"Beberapa kali mereka undang orang-orang dari kampung untuk ibadah dan tiba-tiba ada deklarasi, kemudian tiba-tiba diberikam pakaian dinas seperti pakaian militer, itu modus-modusnya," sambung Waterpauw.

Ia menegaskan aparat keamanan akan mengusut kasus tersebut untuk mengungkap maksud pengiriman atribut NRFPB ke Pegunungan Bintang.

KKB Papua Tak Akan Bisa Berkutik

Di sisi lain, para anggota KKB Papua tampaknya akan semakin terjepit dan bahkan tak bisa berkutik.

Hal ini lantaran TNI AD akan mendatangkan ratusan prajurit ke provinsi Papua Barat.

Pengiriman ratusan prajurit TNI AD itu untuk mendukung pembentukan satuan kodim dan koramil di wilayah kerja Kodam XVIII/Kasuari.

Wakil Kepala Staf TNI AD Mayjen Moch Fachruddin mengatakan, ratusan prajurit itu didatangkan dari sejumlah kodam di Indonesia.

Seperti dilansir dari Kompas.com dalam artikel '411 Prajurit TNI AD Dikirim ke Papua Barat'

Fachrudin mengatakan, pembentukan kodim dan koramil baru merupakan bagian dari kebijakan strategis untuk pemerataan kekuatan TNI AD di seluruh wilayah.

Selama bertugas di Papua Barat, ratusan prajurit itu akan melakukan kegiatan pembinaan teritorial dari mempersiapkan lahan markas kodim hingga membantu pemerintah daerah dalam melaksanakan pembangunan.

"Ini komposisinya lengkap ada perwira, bintara, dan tamtama. Dari pangkat pratu sampai mayor. Papua Barat ini ada 12 kabupaten, satu kota dengan 231 kecamatan. Belum semua daerah ada kodim, koramilnya pun baru 34," kata Fachruddin di Markas Kodam Kasuari, Senin (13/7/2020).

Kehadiran personel bawah kendali operasi (BKO) ini sangat penting untuk membantu terbentuknya kodim dan koramil di seluruh kabupaten.

Mereka akan bertugas selama satu tahun. Ia mengutarakan, personel yang memperoleh tugas BKO akan memperoleh hak berupa uang makan, uang saku serta tunjangan khusus.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved