Bacaan Niat dan Tata Cara Tayamum, Lengkap Video Tayamum yang Benar

Dalam kitab Fathul Qarib atau kitab bermadzab Syafi'i bab Tayamum, secara bahasa Tayamum berarti menyengaja.

Youtube
Ilustrasi - Bacaan Niat dan Tata Cara Tayamum, Lengkap Video Tayamum yang Benar 

SURYA.CO.ID - Tayamum adalah salah satu cara yang dilakukan umat Islam untuk bersuci, ketika akan melaksanakan ibadah salat, dengan catatan khusus tidak menemukan air untuk berwudhu.

Sebagaimana dijelaskan dalam kitab Fathul Qarib atau kitab bermadzab Syafi'i bab Tayamum, secara bahasa Tayamum berarti menyengaja.

Sementara menurut syara', Tayamum adalah mendatangkan debu suci ke wajah dan dua tangan yang digunakan sebagai ganti dari wudhu atau mandi atau membasuh anggota dengan syarat-syarat khusus.

Syarat-syarat Tayamum ada 5

1. Adanya udzur sebab melakukan perjalanan atau sakit.

2. Telah masuknya waktu salat. Sehingga tayamum guna melakukan salat, tidak sah sebelum masuk waktunya (salat).

3. Mencari air setelah masuknya waktu salat, baik dirinya sendiri atau orang yang ia beri izin untuk mencari air. Maka ia harus mencari air ditempat transitnya dan rombongannya. Jika ia sendirian maka harus melihat kepada sekitarnya dari 4 arah, jika memang sedang berada di tanah yang rata. Jika tanahnya ada bagian yang naik turun maka ia harus bolak-balik sekira jangkauan pandangan. (Tidak menemukan air)

4. Berhalangan menggunakan air. Yakni khawatir dengan menggunakan air akan hilangnya nyawa atau fungsi anggota badan. Termasuk dalam unsur diantaranya kasus ketika di dekat seorang ada air namun bila hendak menuju padanya, khawatir berdirinya dari hewan buas atau musuh atau khawatir pada hartanya dari pencuri atau tukang ghosob. Dalam sebagian salinan kitab ada tambahan, yang artinya membutuhkan airnya (untuk hal lain) setelah melakukan pencarian.

5. Debu suci mensucikan yang tidak basah atau lengket, debu yang suci terdapat tersebut mencakup debu ghosob dan debu makam yang belum pernah dibongkar. Dan dalam sebagian salinan kitab Matan ditemukan redaksi tambahan, debu tersebut memiliki debu tipis. Jika debu tersebut tercampur kapur atau pasir maka tidak mencukupi (untuk digunakan). Ungkapan ini sesuai dengan apa yang dinyatakan An Nawawi dalam kitab Syarh AlMuhadzdzab dan Kitab At-Tashhih. Namun dalam kitab Ar-Roudloh dan kitab Al-Fatwi An-Nawawi memperbolehkan (menggunakan debu yang dicampur).

Hukumnya juga sah bertayamum menggunakan pasir yang terdapat di buku tipis padanya. Dua ungkapan Mushannif "(menggunakan) debu" terkecualikan benda selain debu, seperti kapur dan tumbukan genteng. Dan dengan ungkapan "yang suci" terkecualikan debu najis. Adapun debu yang mau musta'mal maka tidak sah menggunakan tayamum.

Halaman
123
Penulis: Pipit Maulidiya
Editor: Adrianus Adhi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved