MUFAKAT Jahat Pembunuh Gadis Sidoarjo, Otak Pembunuh Iming-imingi Uang Hasil Penjualan Motor Korban

Saat merencanakan penagihan utang Rp 40 juta kepada gadis Sidoarjo, Vina Aisyah Pratiwi, otak pembunuhan sudah memberi iming-iming uang pada temannya.

Penulis: Mohammad Romadoni | Editor: Iksan Fauzi
SURYA.co.id/Mohammad Romadoni
Dua tersangka memperagakan adegan reka ulang pembunuhan wanita muda asal Sidoarjo yang bertempat di Polres Mojokerto, Rabu (8/7/2020). 

SURYA.co.id | MOJOKERTO - Saat merencanakan penagihan utang Rp 40 juta kepada gadis Sidoarjo bernama Vina Aisyah Pratiwi (20), otak pembunuhan sudah memberi iming-iming uang kepada temannya.

Awalnya, otak pembunuhan Vina bernama Mas'ud Andy Wiratama (23) menjanjikan akan memberi sejumlah uang untuk tersangka Rifat Rizatur Rizan (20) jika berhasil menagih utang kepada korban.

Mereka bermufakat, yakni merencanakan pembunuhan dan bagi-bagi uang hasil pembayaran utang atau menjual barang milik korban. 

Hanya saja, saat melakukan 35 adegan reka ulang di Mapolres Mojokerto, Rabu (8/7/2020), Mas'ud tidak menyebutkan besaran uang yang akan diterima Rifat jika berhasil menagih utang kepada Vina.

Namun, rencana bagi-bagi uang itu batal lantaran Vina, perempuan muda asal Beringin Kelurahan Pamotan, Kecamatan Porong, Kabupaten Sidoarjo tidak bisa membayar utangnya kepada Mas'ud.

Dua tersangka memperagakan adegan reka ulang pembunuhan gadis Sidoarjo yang bertempat di Polres Mojokerto, Rabu (8/7/2020).
Dua tersangka memperagakan adegan reka ulang pembunuhan gadis Sidoarjo yang bertempat di Polres Mojokerto, Rabu (8/7/2020). (SURYA.co.id/Mohammad Romadoni)

Akhirnya, pembunuhan itu pun terjadi. Mas'ud mengamankan motor dan ponsel milik korban. Rencananya, barang milik korban itu akan dijual dan uangnya dibagi berdua.

"Tersangka Mas'ud menjanjikan akan memberikan uang untuk Rifat jika berhasil menagih utang pada korban," ujar Kasatreskrim Polres Mojokerto, AKP Rifaldhy Hangga Putra, Rabu (8/7/2020).

Ia mengatakan tersangka gagal menagih utang sehingga terjadi penganiayaan yang menyebabkan korban meninggal.

Kedua tersangka telah sepakat akan menjual barang milik korban seperti motor dan Handphone.

Adapun barang milik korban yang diambil tersangka dan akan dijual, yaitu satu buah Handphone I-phone 6s estimasi sekitar Rp 2,5 juta dan Honda Beat warna hitam AG 6889 CV dan helm KYT DJ Maru warna putih estimasi sekitar Rp 6 juta sampai Rp 7 juta.

"Namun yang terjadi sebelum melakukan eksekusi, tersangka Mas'ud sempat memberi uang Rp 50 ribu kepada Rifat dan barang milik korban akan dijual yang hasilnya dibagi dua," ungkapnya.

Menurut dia, berdasarkan adegan reka ulang bahwa kedua tersangka sudah mempersiapkan alat yang diperlukan dari rumahnya masing-masing untuk membunuh korban.

Mas'ud mempunyai kode, yaitu jika tersangka menambah volume musik melalui audio mobil secara kencang sebagai pertanda tersangka Rifat mulai melakukan eksekusi.

"Tersangka Rifat menutup dengan kain sarung dan menjerat leher korban memakai tali tambang plastik yang sebelumnya sudah dipersiapkan," jelasnya.

Kronologi lengkap 17 adegan inti pembunuhan gadis Sidoarjo karena tak bisa bayar utang Rp 40 juta lalu mayatnya dibuang di Jurang gajah Mungkur Pacet, Mojokerto.
Kronologi lengkap 17 adegan inti pembunuhan gadis Sidoarjo karena tak bisa bayar utang Rp 40 juta lalu mayatnya dibuang di Jurang gajah Mungkur Pacet, Mojokerto. (SURYA.co.id/Mohammad Romadoni)
Halaman
12
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved