Indonesia Bakal Dapat Rp 813 Miliar dari Pemerintah Norwegia, Berikut Sebabnya
Indonesia dikabarkan bakal mendapatkan 56 juta dollar AS dari pemerintah Norwegia atas hasil kerja penurunan emisi karbon dioksida di Indonesia
Penulis: Abdullah Faqih | Editor: Adrianus Adhi
SURYA.co.id, - Indonesia dikabarkan bakal mendapatkan 56 juta dollar AS dari pemerintah Norwegia atas hasil kerja penurunan emisi karbon dioksida di Indonesia, Senin (6/7/2020).
Indonesia bakal mendapat dana senilai 56 juta dollar AS atau setara dengan Rp 813 Miliar (kurs Rp 14.500) dari pemerintah Norwegia.
Dana ini dibayarkan oleh Norwegia karena hasil kerja penurunan emisi karbon dioksida yang berhasil dilakukan oleh Indonesia.
Disebutkan dalam laman resmi pemerintah Norwegia, Regheringen.no, bahwa Norwegia akan melakukan pembayaran berbasis hasil (Result Based Payement) sebagai hasil kerja sama REDD+ (Reduction of Emissions from Deforestation and Forest Degradation).
Jumlah yang dibayarkan mengacu pada catatan penurunan emisi yang berhasil dicapai oleh Indonesia pada tahun 2016-2017.
Adapun, jumlah penurunan yang dimaksud sebesar 11,2 juta ton CO2eq.
Jika dikonversikan dengan harga pasar karbon dunia saat ini sebesar 5 dollar AS, atau sekitar Rp 72.617 per ton.
Dari hasil hitungan tersebut, nilai yang bakal didapatkan oleh Indonesia dari penurunan emisi itu sebesar 56 juta dollar AS atau Rp 813,3 miliar.
Duta Besar RI untuk Norwegia Todung Mulya Lubis menyambut baik pengumuman dari pemerintah Norwegia tersebut.
"Kami menyambut baik pengumuman pembayaran berbasis hasil yang telah disampaikan oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Iklim Norwegia, Sveinung Rotevatn," ujar Todung seperti dikutip oleh Kompas.com dalam artikel "Pemerintah Norwegia Bayar 56 Juta Dollar AS kepada Indonesia untuk Emisi yang Turun",
Pada 17 Juni 2020, Todung mengungkapkan, Rotevatn menganggap Indonesia adalah mitra penting dalam melawan perubahan iklim dan penurunan gas rumah kaca.
Indonesia dipandang sebagai contoh sukses kerangka kerja sama REDD+ tersebut.
Pada tahun ini Indonesia-Norwegia memperingati 70 tahun hubungan diplomatik antara kedua negara sekaligus 10 tahun kemitraan dalam kerangka kerja sama REDD+.
Todung mengklaim kemitraan ini telah membuahkan hasil yang positif bagi penurunan emisi gas rumah kaca Indonesia.
Ia melanjutkan, kemitraan Indonesia-Norwegia dalam bidang lingkungan hidup sangat menguntungkan kedua belah pihak, yang mana Norwegia memberikan dukungan baik pendanaan maupun teknis.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/asap-pabrik-polusi.jpg)