Breaking News:

Berita Sidoarjo

Lagi, Tenaga Medis di RSUD Sidoarjo Meninggal Karena Terinfeksi Covid-19

Satu lagi tenaga medis di RSUD Sidoarjo meninggal dunia. Dia adalah rekan kerja Alm dr Gatot Pramono yang lebih dulu meninggal.

ist
Tangkapan layar postingan akun Instagram RSUD Sidoarjo yang mengabarkan Seorang perawat poli eksekutif bernama Sri Agustin meninggal dunia akibat terinfeksi virus corona. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Seorang tenaga medis di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sidoarjo kembali dikabarkan meninggal dunia.

Dia adalah Sri Agustin. Seorang perawat poli eksekutif yang merupakan rekan kerja Almarhum dr Gatot Pramono.

Kabar duka itu diunggah melalui akun Instagram RSUD Sidoarjo.

Terkait hal itu, Direktur RSUD Sidoarjo dr Atok Irawan menjelaskan, perawat tersebut meninggal pada Sabtu dini hari (20/6), di tengah kondisinya yang sedang menjalani perawatan akibat terinfeksi virus corona.

"Perawat ini sudah kami rawat selama 17 hari. Namun Sabtu dini hari sekira pukul 02.15 WIB, perawat kami meninggal dunia," kata Atok saat dihubungi, Sabtu (20/6/2020).

Menurut Atok, selain terpapar COVID-19, perawat berusia 42 tahun ini juga memiliki riwayat penyakit jantung. Hal itu lah yang membuat kondisi kesehatannya semakin memburuk.

"Memang beliau punya riwayat sakit jantung. Kami sudah berikan terapi plasma atau terapi-terapi yang ada tapi Allah berkehendak lain," ucapnya.

Sementara saat disinggung mengenai penyebab bisa terpapar, Atok belum bisa menjelaskannya. 

"Sulit ya, bisa aja di jalan ya kami belum tahu," ujarnya.

Mendapati dua tenaga medis meninggal akibat terpapar virus corona, pihak RS saat ini langsung melakukan pemeriksaan kepada para tenaga medisnya.

"Sekarang kami lakukan tracing di lingkungan kerja kami, di area nakes kami lacak semua. Ini rekan-rekan medis semua kami Swab, ya yang pasti kami lakukan evaluasi," ungkapnya.

"Virus ini bukan konspirasi benar terjadi. Sekarang mutasi virus ini bukan cuma influenza. Virus ini punya seribu wajah, bahkan pasien yang kena bisa tanpa gejala. Pasien yang kena bisa diserang pembuluh darah, akibatnya bisa terjadi pembutuan. Lah ini yang menyebabkan kematian," pungkasnya.

RSUD Sidoarjo Sudah Punya Mesin PCR Sendiri, Bisa Swab Test 200 Spesimen Sehari

Penulis: Tony Hermawan
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved