Berita Surabaya
Kejiwaan Pria Potong Kelamin di Kamar Mandi Kos Surabaya, Kasus Sebelumnya Berdalih Bisikan Gaib
Kejiwaan IS (35), pria yang nekat memotong alat kelaminnya di kamar mandi kos Surabaya, Jawa TImur terungkap.
Penulis: Luhur Pambudi | Editor: Musahadah
Tidak lama setelah memotong kelaminnya, Maskuri terdiam dan dalam posisi jongkok.
"Kalau orang biasa mungkin teriak kesakitan. Tapi saya lihat suami saja jongkok, diam," ucapnya.
Maskuri hanya bengong melihat potongan kelaminnya sendiri yang tercecer di lantai.
Sementara darah mengalir keluar dari selangkangannya.
Tidak hanya kemaluannya, Maskuri juga memotong tiga jari tangan kanannya sendiri.
Warkonah tidak tahu secara pasti alasan suami memotong alat vitalnya. Namun, pernah bercerita mendapatkan bisikan gaib sehinga nekat melakukan aksi tak wajar itu.
Maskuri dilarikan ke Rumah Sakit Bhakti Asih Brebes dan segera diberikan obat penenang dan penahan rasa sakit.
Staf humas Rumah Sakit Bhakti Asih, Rizky Yuza Ananda mengatakan Maskuri masuk rumah sakit pada Rabu (21/11/2018) sore karena kejadian sekitar pukul 16.00 WIB.
"Kami sudah melakukan tindakan dan sudah berusaha untuk menyambungnya. Namun, hal itu tidak bisa dilakukan," jelasnya, Jumat (23/11/2018).
Menurutnya, untuk luka yang ditimbulkan dapat kering dan sembuh, namun untuk penyambungan tidak bisa dilakukan.
Rizky Yuna menjelaskan hampir seluruh bagian alat vital terpotong dan hanya menyisakan seperempat bagian.
"Kalau dilihat dari ukuran normal alat kelamin orang Indonesia, itu terpotong tiga perempatnya, yang tersisa hanya seperempatnya," ucapnya.
Karena saking pendeknya, kata Yuza, pasien tidak bisa buang urine. Penis juga mengalami trauma amputasi.
Untuk buang air kecil, pihak rumah sakit telah memasang alat bantu atau kateter.
"Katanya tidak boleh (pakai BPJS). Semoga sih pihak rumah sakit bisa membantu biar kami dapat pakai BPJS. Uang kami pas-pasan," kata Warkonah dengan wajah memelas.
Pihak BPJS Kesehatan Tegal yang wilayah kerjanya meliputi Brebes menjelaskan alasan pasien tersebut tidak ditanggung BPJS.
"Gangguan kesehatan akibat sengaja menyakiti diri sendiri, termasuk pelayanan kesehatan yang tidak dijamin," kata perwakilan BPJS Tegal, Sulis.
Masyarakat yang melakukan aksi bodoh seperti bunuh diri, melukai diri sendiri, mengkonsumsi narkoba dan minum-minuman keras, Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) BPJS Kesehatan, tidak akan menanggungnya.
"Ada beberapa hal yang tidak dilayani BPJS Kesehatan seperti kasus bunuh diri, narkoba dan miras. Intinya yang menyakiti diri sendiri atau yang menjadikan diri berbahaya atau sakit yang disengaja," tegasnya.
Sehari-hari, ayah dua anak itu hanya membantu istrinya yang berjualan sembako kecil-kecilan dan jajanan di warung yang dibangun di depan rumahnya.
Terkadang, ia juga bekerja serabutan jika memang ada yang menawarkan pekerjaan.
Kini, kondisi Maskuri sudah stabil. Pendarahan hebat di kelaminnya berhasil dihentikan.
Pihak rumah sakit mengatakan ada kelainan jiwa terhadap pasien sehingga nekat memotong kemaluannya sendiri.
Sang istri, Warkonah (32) saat di rumah sakit menceritakan sebelum kejadian, suaminya itu sering diam dan bengong.
Kemudian, tidak doyan makan dan tidurnya sebentar.
"Akhir- akhir ini jarang tidur dan makan. Dia menceritakan mendapatkan bisikan untuk memotongnya (alat kelamin)," imbuhnya. (tribun jateng/kompas.com)
• Biodaya Lidya Pratiwi, Artis Divonis 14 Tahun Penjara karena Pembunuhan yang Segera Bebas dan Alim
• KKB Papua Juga Mutilasi Warga Sipil yang Ditembaknya, Kapendam Sebut Biadab, Berikut Update Faktanya