Rabu, 3 Juni 2026

Berita Gresik

Dua Bocah Tewas Terbawa Arus Luapan Kali Lamong di Gresik adalah Anak Rajin dan Penurut Orangtua

Kesedihan masih menyelimuti keluarga dua bocah perempuan warga Dusun Sekarputih, Desa Sekarputih Kecamatan Balongpanggang, Kamis (28/5/2020).

Tayang:
Penulis: Sugiyono | Editor: Parmin
foto:dok keluarga
Foto kenangan Bunga Citra Evaris (kiri) dan Zakiyah Dwi Pratiwi. 

SURYA.co.id | GRESIK - Kesedihan masih menyelimuti keluarga dua bocah perempuan warga Dusun Sekarputih, Desa Sekarputih Kecamatan Balongpanggang, Kamis (28/5/2020).

Kedua bocah tersebut menjadi korban tewas saat bermain di arus luapan Kali Lamong di Desa setempat pada Rabu (27/5/2020).

Padah sebelumnya keduanya telah diingatkan orang tua masing-masing agar tidak bermain di sungai, namun takdir tetap menimpa pada keduanya.

Seperti disampaikan Eva Susanti (42), ibunda almarhum Bunga Citra Evaris yang sebelumnya ditulis Dwi Citra Evaris (10), bahwa sebelum kejadian, pada Rabu (27/5/2020) siang, Bunga pamit untuk melihat banjir. Tapi sudah dilarang. Namun, anaknya tetap dipanggil-panggil teman-temannya, sehingga ikut berangkat melihat banjir.

"Anaknya pamit. Bu aku tak lihat banyu. Ojok nak, banjir. (Bu, saya mau lihat air. Jangan nak, banjir," kata Eva, dengan pandangan kosong didampingi salah satu putrinya.

Karena teman-temannya banyak dan terus mengajak, akhirnya Bunga tetap pergi. Namun, tidak lama kemudian, mendengar kabar duka, bahwa putrinya tenggelam di anak sungai Kali Lamong. Seketika itu, langsung shok, sebab Bunga sebagai anak bungsu dari 4 bersaudara, merupakan putri yang rajin.

Selama sekolah, Almarhum Bunga juga dikenal rajin belajar dan penurut. Selama ini juga tidak pernah main di tempat banjir. Sehingga, kepergian putri bungsunya yang masih duduk di bangku kelas III SD Negeri Sekarputih membuat keluarga sangat terpukul.

"Anaknya rajin dan penurut. Selama ini tidak pernah keluar rumah," imbuhnya.

Begitu juga disampekan pasangan Budi Hariyono (48) dan Listyowati (35), orang tua almarhum Zakiyah Dwi Pratiwi (9). Zakiyah ikut tenggelam di anak sungai Kali Lamong.

Menurut Budi, Zakiyah anak bungsu dari dua bersaudara. Setiap hari juga ikut ibunya ke sawah. Anaknya juga rajin beribadah, ikut puasa Ramadan dan solat terawih.

Sebelum kejadian, almarhum Zakiyah juga masih makan bakpo dan jajan cireng. Dan anaknya juga meminta dibuatkan kolam renang, kipas angin dan perbaikan sepeda pancal.

Akhirnya, kemarin Rabu (27/5/2020), Budi dan Listyowati ke Pasar Balongpanggang untuk memperbaiki sepeda pancal dan membelikan kipas angin di Pasar Balongpanggang. Zakiyah diajak, namun tidak mau.

Padahal, sebelum berangkat ke pasar, Ibunda almarhum Zakiyah sudah memperingatkan, agar tidak bermain di sungai. Dan Zakiyah juga mengatakan tidak.

"Ibunya sudah berpesan, jangan bluron (bermain) ke sungai. kamu tidak bisa berenang. Anaknya menjawab, tidak. Dan di rumah juga ada kakaknya, sehingga saya berangkat ke pasar untuk memperbaiki sepeda dan membelikan kipas angin," kata Budi.

Kagetnya, setelah perjalanan pulang, sampai tengah jalan mendapat kabar dari penjual bakso, bahwa Zakiyah tenggelam di sungai.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved