Strategi Polri Bujuk KKB Papua Penyerang Pospol Paniai agar Menyerah, Begini Kondisi Briptu Kristian

Kapolda Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw memiliki strategi khusus agar KKB Papua penyerang pos polisi di Paniai menyerah.

Kolase Facebook TPNPB dan IST/Kompas
Ilustrasi - Strategi Polri Bujuk KKB Papua Penyerang Pospol Paniai Menyerah 

SURYA.co.id, JAYAPURA - Kapolda Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw memiliki strategi khusus agar kelompok kriminal bersenjata atau KKB Papua penyerang pos polisi di Paniai menyerah.

Seperti diketahui, pos polisi di Paniai diserang KKB Papua secara brutal pada Jumat (15/5/2020) malam.

Dalam penyerangan tersebut, anggota Polri Briptu Kristian terluka karena dikeroyok para pelaku.

Para anggota KKB Papua itu juga merampas 3 pucuk senjata yakni 1 Pucuk Senjata Api jenis AK 47, 2 Pucuk Senjata Api Jenis SS 1 V1.

Kapolda Papua Irjen Paulus Waterpauw bicara terkait 4 anggota KKB tewas setelah 2 hari baku tembak lawan TNI/Polri.
Kapolda Papua Irjen Paulus Waterpauw bicara terkait 4 anggota KKB tewas setelah 2 hari baku tembak lawan TNI/Polri. ((KOMPAS.COM/DHIAS SUWANDI))

Kabar Terbaru Serangan Brutal KKB Papua di Pospol Paniai, Identitas Terungkap dan ini Kronologinya

3 Pendekar Sakti Ikut Memburu KKB Papua Bersama Kopassus, Kelly Kwalik dkk Sembunyi dan Berpindah

3 FAKTA Serangan Brutal KKB Papua di Pospol Paniai, Keroyok Briptu Kristian Lalu Ambil AK-47 dan SS1

Menindaklanjuti hal itu, Paulus Waterpauw mengatakan akan melibatkan para pemangku kepentingan untuk membujuk para pelaku penyerangan agar menyerah.

"Sekarang para tokoh-tokoh (adat, pemuda dan agama) melakukan pendekatan untuk mengembalikan tiga pucuk senjata yang diambil dari Pospol 99 pengamanan tambang" kata Paulus, Minggu (17/5/2020), dilansir dari Antara.

Ia mengatakan kasus itu sedang diselidiki apa motif di balik penyerangan dan perampasan tiga pucuk senjata api di Pospol 99.

"Kami sedang selidki apakah ada kesengajaan atau niat ataukah hal yang mendadak yang mereka lakukan, kami sedang teliti.

Saya dan Pangdam XVII/Cenderawasih seharusnya hari ini rencana ke TKP, tapi kami batalkan karena alasan" katanya didampingi Kabid Humas Polda Papua Kombespol AM Kamal.

Jenderal polisi bintang dua itu mengaku telah mengatur rencana pada Senin (18/05) pagi akan ke Pospol 99 di Paniai guna mengecek seperti apa kejadian tersebut.

"Karena informasinya kan, ada empat anggota yang melakukan pengamanan di situ.

Tiga orang ikuti rapat dan tinggal seorang yang di pos. Apakah seorang ini yang menjadi korban ini, dia ada masalah dengan warga sekitar, kita akan lihat perkembangannya seperti apa" lanjut Paulus Waterpauw.

Terkait kasus ini, mantan Kapolda Papua Barat dan Sumut itu mengatakan jajaran Polres Nabire dan Paniai telah merespon cepat untuk menangani kasus tersebut.

"Tim dari Polres Nabire dan juga Paniai sudah melakukan upaya cepat, sinergi dengan para pihak yang ada di wilayah Meepago.

Kita mengimbau kepada tokoh-tokoh masyarakat, adat dan agama serta pemuda untuk membantu dan sampaikan kepada mereka agar kembalikan senjata yang diambil" katanya.

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved